Kamis, 20 Maret 2013 (23:45)
Kata ayah aku harus sabar, "di sekolah ada ujian kan sebagai penentu kenaikan kelas?", kujawab, "ya, ayah". "Begitu dengan hidup, Allah hadirkan ujian untuk mengantarmu naik ke kelas yang lebih tinggi. Sakit yang kamu alami memang tidak enak, pasti tak nyaman, tapi yakinlah kamu bisa melewati, Allah tak mungkin berpangku tangan melihat kekasih kecilnya kesakitan. Setiap penyakit pasti ada obatnya, PASTI". Seraya ayah memelukku dengan erat dan aku tak mampu untuk membendung airmataku, airmataku tumpah, kuharap kesedihan ku turut hilang seiring keluarnya airmataku.
Ayah adalah motivator terhebat yang aku punya, dia ada disaat yang tepat. Hari ini kulihat ia menangis lagi. Maafkan aku ayah.
Andai aku bisa memilih takdir yang kan terjadi padaku, aku tak kan memilih peristiwa ini terjadi padaku, rasanya terlalu pahit. Tapi tak ada pilihan, Allah memilihku, entah apa maksud dan tujuannya. Kadang aku merasa jenuh dengan semua ini. Aku lelah, terus menerka-nerka ending dari alur skenario-Mu.
Si kupu-kupu itu hinggap kembali, tak seperti kupu-kupu pada umumnya, yang elok dan rupawan. Ia hadir merusak sebagian yang indah dari diriku. Aku tak pernah meminta semua ini terjadi, tapi nyatanya aku mengalami.
Allah..., tidakkah Kau iba melihat keadaanku. Mengapa belum juga Kau pertemukan aku dengan obat kesembuhanku? harus berapa lama lagi? kadang bosan, lelah, penat menggerogoti semangatku. Astaghfirullah.....
Allah..., tidakkah Kau iba melihat keadaanku. Mengapa belum juga Kau pertemukan aku dengan obat kesembuhanku? harus berapa lama lagi? kadang bosan, lelah, penat menggerogoti semangatku. Astaghfirullah.....
Ku tuliskan semua kata-kata
yang kulahirkan dari hatiku
yang menjerit tanpa suara
menangispun tanpa airmata
cinta semua kuatkan aku
walau harapanku mungkin kandas
walau rambutku tak kan kembali
biarkan aku tetap disini
Surat kecilku untuk Tuhan
surat teakhir dalam hidupku
surat teakhir dalam hidupku
agar semua membaca dan jadi paham
betapa indahnya cobaanku
kutulis semua harapanku
biar hanya aku yang mengalami
nafas terakhirku menjadi saksi
surat kecilku untuk Tuhan....