Senin, 29 Oktober 2012

Doaku, Harapanku, Ijabahlah!!!

Jakarta, 30 Oktober 2012
00:30 WIB
disudut ruang hatiku yang damai akan ketentuan-Nya.


Takutku..., kala hati ini tak lagi bergetar saat mendengar Asma-Mu
Takutku..., kala lisan ini kelu saat ingin menyebut Nama-Mu
Ya Allah..., jauh sudah langkah kakiku berpijak dibumi-Mu
Banyak sudah dosa yang kuperbuat
Semoga ampunan-Mu terhampar luas untukku. . . .

Dipenghujung detik-detik pergantian hari menuju 30 Oktober 2012, tepat 20 tahun yang lalu terlahir seorang bayi mungil, buah cinta Ayah dan Ibu, yaitu aku. Sungguh..., usia yang tak lagi muda.

Bertambah usiaku, namun berkurang pada hakikatnya. Bukanlah masa yang singkat, terlebih 3 tahun terakhir - sulit untuk kunarasikan. Ya Allah..., jika dengan sakit ini, Kau kan gugurkan dosa-dosaku, aku akan berusaha sabar menghadapinya. Aku harus berhasil melewati segala bentuk ujian dan cobaan dari-Mu. Aku ingin Kau tahu, aku ini tak rapuh, aku ini kuat. Ya Allah sembuhkanlah aku, Please kumohon pada-Mu Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

Ya Allah..., Siapa aku dimata-Mu???, aku kerdil dihadapan-Mu. Ya Allah.... terkadang, buruknya sikap mereka yang pernah mengisi hariku, membuatku menangis sedih, sungguh bukan karena aku rapuh, tapi aku teramat sedih. Mereka tak pernah berpikir andai mereka yang ada diposisiku.

"Tak mengapa, biarlah. Mungkin aku buruk dihadapan para hamba-Mu, tapi aku ingin sempurna dimata-Mu".

Maafkan aku Ya Allah, mungkin keluhku lebih banyak dari pada syukurku pada-Mu....

Dipenghujung pergantian usiaku, dengar dan kabulkanlah doa tulusku ini Ya Rahman.
Kukirim untaian doa lewat nada yang tiada berirama.
"Ya Allah, berkahilah usiaku. jadikanlah aku sebagai pribadi yang lebih baik dari hari sebelumnya, ampuni dosa kedua orangtuaku, jaga dan sayangi mereka seperti mereka menjaga dan menyayangiku. Terimalah amal ibadahku, sempurnakanlah pahalaku, gugurkanlah dosa-dosaku, dan tinggikanlah derajatku di dunia dan akhirat. Angkat penyakitku, dan Ridhai aku untuk sembuh. Kabulkan doaku, dan wujudkanlah segala harapan dan cita-citaku. Tempatkan aku dalam barisan orang-orang yang kelak akan mendapat Syafa'at Nabi-Mu, Muhammad saw.,". Aamiin Ya Allah, Amin Ya Rabbal Alamiin. . . .  


Kunikmati sepenggal cerita kehidupanku
Kuletakkan perjuangan ini
Atas dan dalam tangan-Mu Illahi
Kujalani semua dengan ketulusan hati
Berharap hari esok akan lebih baik lagi. . . .

 

Bisikinlah dalam Doamu

Malam ini, bisikkanlah dalam doamu ….

Tuhanku Yang Maha Pengasih,

Tabahkanlah hatiku yang sedang rapuh ini,

untuk tetap meyakini yang kutahu sebagai yang benar,
untuk ikhlas melakukan yang kutahu harus kulakukan,
untuk sabar menghadapi orang-orang yang sulit,
dan untuk tegar melampaui masalah,
agar aku sampai di padang pembahagiaanku.

Tuhanku,


Hatiku yang letih ini rindu istirahat dalam kedamaian.


Sayangilah aku.


Bangunkanlah aku esok pagi sebagai jiwa yang baik

yang Kau indahkan rezeki dan cintanya.
Semoga Tuhan menguatkan kehidupan kita dengan cinta yang setia dan rezeki yang penuh berkah.
Aamiin


Sumber : Mario Teguh Daily

Jumat, 26 Oktober 2012

Happy Ied El-Adha


Kamis, 25 Oktober 2012     23:53 WIB

Rasa kantuk belum juga menyerangku, padahal malam telah larut sempurna begitu pekat. Suara gema Takbir berkumandang seantero pelosok kota, jiwaku seolah ingin melebur menjadi satu dalam bait-bait takbir Illahi. . . .

Terkadang ketulusan hati sering terlukai dengan keegoan, keikhlasan penghambaan sering tergores dengan keangkuhan. Benar memang, lebih mudah untuk melawan ribuan orang bersenjata lengkap dibandingkan melawan keegoan (entah keangkuhan atau kesombongan dan lain sebagainya) diri sendiri.

Nabi Ibrahim AS selalu menjadi inspirasi tak bertepi akan makna sebuah pengorbanan yang hakiki, juga untuk perbaiki diri.
Ya Allah terima kasih, Kau beri aku kesempatan untuk merasakan indahnya atmosfer Idul Adha-Mu yang penuh berkah ini.... Sampaikanlah usiaku pada Idul Adha tahun yang akan datang. Aamiin. . . .

Selasa, 23 Oktober 2012

Muhasabahku

Tertulis pada Kamis 24 Mei 2012. 18:53 WIB

Wahai pemilik nyawaku
Betapa lemah tubuhku ini
Berat ujian dari-Mu
Kini kupasrahkan semua pada-Mu....
Tuhan baru kusadar
Indah nikmat sehat itu
Tak pandai aku bersyukur
Kini kuharapkan cinta-Mu. . . . 

Tidak asing bukan dengan kata-kata di atas?, yaaa...., itu sebuah lirick lagu yang dinyanyikan oleh Edcoustic yang berjudul Muhasabah Cintaku. Setidaknya lagu itu cukup mewakili peristiwa yang terjadi hampir 3 tahun belakangan ini.

Tadinya kupikir hanya sakit biasa, biasa lah. Namun ternyata, lebih dari sekedar biasa.

Maaf Ya Allah..., aku menangis lagi hanya karena sakit yang menyerangku. Padahal aku tahu, akan ada satu masa yang lebih sakit dari saat ini.

Ya Allah..., tidakkah Kau iba melihat keadaanku. Sungguh, tak sedikit airmata yang jatuh terurai saat rasa sakit menghadang, sakitnya tinggi melangit. Inikah cara-Mu menguji cinta seorang hamba.....

Terlalu tajam pisau yang Kau gores untuk mengukir kepribadianku, aku tahu Engkau ingin aku menjadi pribadi yang lebih indah, kuat dan tangguh, terasa begitu sakit menyayat kurasa. Terkadang muncul pikiran penuh "setan", "ingin rasanya aku mati saja, dari pada harus menahan rasa sakit ini", Astagfirullah, Na'udzubillah. . . .

Ya Allah, jiwa yang rapuh ini, terkadang tak mampu untuk membendung airmata saat sakit menerpa. Bantu aku untuk mengukir pribadi yang lebih dari sekedar indah....

Ya Allah kini kuubah doaku pada-Mu, "Ya Illahi Rabbi..., kuatkanlah tulang punggungku ini agar aku tegar menghadapi semua uji dan coba yang sedang mengantri untuk kuhadapi, kuatkan aku agar aku bisa mewujudkan semua harapanku menjadi nyata. Bantu aku dengan kekuasaan-Mu melalui tangan-tangan semesta-Mu, sedikitpun jangan biarkan aku rapuh...".

Maafkan hamba-Mu yang lemah dan tiada daya upaya ini, Maafkanlah! Iktiar tak pernah putus, yang kuharap hanyalah Keridhaan-Mu, Maafkanlah segala dosaku dan terimah amal ibadahku....
Damaikanlah jiwaku dengan Ketentuan-Mu....
Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidup dan matiku hanyalah untuk-Mu. . . .

Selasa, 16 Oktober 2012

You Are Not Alone



When I am alone,
I crave company and someone to support me.
No one comes to hep me, except ALLAH.
When I pretend to be strong infront of the world,
Nobody sees my hidden tears, except ALLAH.
When I am sad and I want a shoulder to cry on,
Nobody support me but ALLAH.
Pleasing a human is most difficult,
Pleasing ALLAH is the easiest.
People sometimes punish me for the mistakes that I have not done,
ALLAH ignores and excuse the one that I did.
That's ALLAH
The GREATER,
The ALMIGHTY,
The Most MERCIFUL and all praises belongs to ALLAH....


"PENGORBANAN YANG MENYAKITKAN"


 
Cinta...,
Satu kata penuh makna
Selalu mengisi hati disetiap jiwa
Duniapun menjadi penuh warna karenanya
dan pengorbananpun menjadi wajar untuknya....



Al-Kisah, Ada sorang wanita buta. Semua orang tidak menyukai dia, kecuali seorang Pria sederhana yang tulus mencintainya. Wanita itu berkata, “Sayang, terima kasih kamu sudah bisa menerima kekuranganku. Kamu memang pria baik. Aku janji aku akan siap jadi Isteri kamu saat mataku nanti bisa melihat.”

Suatu hari, wanita itu mendapatkan donor mata dari seorang yang tidak di kenal. Setelah beberapa lama operasipun berjalan sukses. Akhirnya wanita itu bisa melihat dunia untuk pertama kalinya. Tak sabar dengan kegembiraannya itu, dia pergi menemui Pria yang mencintainya.

Tetapi, alangkah terkejutnya dia. Ternyata Pria yang mencintainya adalah seorang lelaki buta. Pria itu bertanya, “Mau kah kau menjadi isteriku, sekarang?” Tanpa alasan jelas, wanita itu menolak. Dan pergi meninggalkan Pria tersebut.

Pria itu tersenyum dan berkata dalam hati : "Tolong, jaga mata saya baik-baik..!!


Senin, 15 Oktober 2012

Dia Akan Selalu Ada


Tangis itu memecah...
Sakit itu membuncah....
... Ditengah ancaman segala cobaan...  

Tuhan..
Bantu aku menjadi hamba yang sabar
Melewati semua dengan keikhlasan

Lapangkan dada dan fikiran
Karena takdir hanya akan menjadi sebuah cerita..
Angan akan menjadi sebuah kenangan ..
Karena kematian.. tak mungkin terelakkan..

Aku percaya, Aku tak sendiri..
Maka ku berdiri untuk bangkit
Kuceritakan semua dalam sujudku
Menghadap Sang Maha Kuasa
Karena Dia selalu ada
Dan akan selalu ada


Minggu, 14 Oktober 2012

Aku Akan Kembali

Malam yang hening disudut kota Jakarta, 23:23 WIB.
di tempat terindah kehidupan.
 
One Day..., I will be back, but not for now. I hope you understand. . . .

 Bilakah ia tahu apa yang t'lah terjadi . . . .

Suatu hari aku akan kembali, mengukir keceriaan diantara semak kebahagiaan. Meski bukan untuk saat ini, tapi nanti, aku janji - aku akan kembali.

Kembali bersama sebuah cerita, yang mungkin tiada unsur bahagia. Cerita, yang mungkin sedikit membuatmu tak percaya. Hilangnya aku, bukan karena tak ingin bertemu, juga bukan karena aku tak rindu.

Sejujurnya, rindu ini selalu membuncah untukmu. Terpenjara sepi aku dalam rindu, karena hanya bisa merindu - tak bisa bertemu. Aku terlalu takut untuk menceritakan semua hal ini padamu, biarlah kupendam sendiri kisahku ini. Yang aku ingin, kau cukup tahu bahwa aku baik-baik saja dan akan baik-baik saja (walau tak demikian adanya).

Semoga kesempatan itu datang menjelma dengan segera, 'kan kuceritakan semuanya. Terserah kau mau percaya atau tidak, yang pasti aku sudah bercerita apa adanya, tanpa ada satu hal pun yang kurang apalagi lebih. Terserah kau mau menilaiku apa, yang pasti aku sudah bercerita tentang semuanya. . . .

Aku tahu suatu saat kau 'kan mengerti, meski tanpa kujelaskan.

Maaf. . . . Kalau aku menghilang terlalu lama . . . .





HIKMAH

SALAH SATU KISAH YUSUF MANSUR - Menjelang tahun 2000, saya mendatangi kawan yang tinggal di Bogor. Sekitar 14 jam perjalanan bolak-balik dari Ketapang ke Bogor dan dari Bogor ke Ketapang. Saat itu tidak ada kendaraan pribadi. Niat saya hanya satu, mau pinjam uang dengan kawan saya ini sebesar Rp 30 juta. Sesampainya di sana, Allah mengajarkan saya melalui pemandangan yang sedang saya lihat. Toko yang sekaligus jadi rumah kawan saya ini sedang dalam proses sita. Saya yang datang ingin meminjam, menjadi tertegun.

Ternyata dia mendapat masalah. Saya yang dalam keadaan serbasalah, sempat ditanya olehnya. “Makasih ya Suf, mau datang. Yah, beginilah hidup. Ngomong-ngomong, ada perlu apa nih?” ujarnya.

Saya jawab sambil berusaha senyum. “He he, mau pinjam tadinya ...” kata saya. Spontan, dia pun langsung bertanya, “Berapa?” kata dia. Dan saya pun langsung menjawab ingin meminjam sebesar Rp 30 juta. Mendengar jawaban saya, dia pun langsung
tertawa seraya berkata, “Sama Suf. Saya juga butuh segitu,” jawabnya.

Pelajaran yang berharga buat saya. Jika mendatangi orang, ya kayak gitu deh. Bisa membantu pun belum tentu sesungguhnya bisa membantu. Hanya Allah semata yang kalau kita datangi, Dia yang tak punya masalah, Dia nggak punya beban, Dia nggak punya kesulitan, dan Dia selalu menerima tanpa bosan, tanpa menggerutu, tanpa mengeluh ketika seringnya kita datang.

Hanya Dia, yang jika Dia menyapa kita dengan ujian dari-Nya, lalu Dia ingin mendengar rintihan kita. Allah ingin mendengar doa kita. Rintihan dan doa dari seorang yang mengetahui bahwa dirinya tidak mampu dan tidak ada yang bisa menolong kecuali Dia.

Rintihan dan doa yang datang dari seorang hamba yang mengetahui bahwa Dia pasti bisa membantu dan tidak ada Tuhan yang disandarkan lagi seluruh persoalan kecuali kepada-Nya.

Pengalaman berharga menjelang tahun 2000 itu, membuat saya berpikir sesal namun senang. Mengapa saya datang jauh-jauh kepada manusia? Tapi saya tidak menyesal. Saya jadi tahu, memang saya salah datang. Saya datang kepada manusia yang pastinya sama-sama punya masalah, punya kebutuhan dan keperluan.

Alhamdulillah, Allah yang Maha memberi hikmah. Sejak saat itu saya memosisikan diri seperti orang yang sedang terkena badai di tengah lautan, langsung memanggil dan memohon kepada Allah, dan hanya Allah. Sebab, memang tiada yang lain.

Untuk itu, wahai saudaraku, segeralah temui Allah. Allah ada di masjid, segeralah ke masjid, shalat berjamaah tepat waktu. Kembali lagi baca Alquran, keluarkan sedekah di saat sulit atau sedang lapang, dan cintai ibadah-ibadah sunah. Terima seluruh kesulitan dan kesusahan dengan penuh keikhlasan dan ridha (mengharap) hanya kepada-Nya. Wallahu a’lam . . . .

Sumber: Yusuf Mansur Network