Sabtu, 13 Juli 2013

Rindu

Memilah sebutir debu di luasnya samudera
Bisakah aku...???
Kadang bimbang datang mengahadang

Kian redup tergores Sang mentari
Asa-ku hanya tinggal kepingan
Masihkah mungkin...???

Kutengadahkan tangan ke langit
Bumbungkan asa yang kian meredup
Tak apalah, semoga ini yang terbaik...

Aku hanya bisa sampai disitu
Meski kutahu
Hamparan kemungkinan terbentang luas
Jalan-ku masih panjang
Aku takut lupa...???

Rindu . . . .
Tapi apa dayaku
Rindu tinggal sendu
Kelak, ia akan berlalu seiring berjalannya waktu
Tak mau terpenjara oleh kepungan rindu
Karena kutahu semua hanya akan menjadi cerita di masa yang lalu

Kemanakah harus kucari kepingan rindu itu
Haruskah aku terlena
Terus merindumu tanpa melangkah

Bara rindu ini kian panas
Biarkan ia mengalir
Tak perlu diburu

Angin terus berlalu
Kucoba untuk memandang cahaya di ufuk sana
Aku terharu
Tersipu
Bias rupamu hadir memandangku
Maafkan aku . . . .

Nafas didadaku kian sesak
Mengingat masa kisaran empat tahun silam
Luka ini hampir sembuh
Namun kisah yang lalu hadir
Membuatnya kembali menganga dan berdarah
Perih . . . .
Ada rasa yang teramat pedih

Aku rasakan pedih yang menggumpal di jiwaku
Menyeruak menyesakkan dada.
Rasa itu, kini kembali menghujam
Teramat dalam tanpa adanya belati yang menggores
Tiba-tiba hadir dengan sendirinya

Kutuju ruang tersembunyi
Jauh dari laman rindu yang bersemi
Meski kian menghujam
Aku harus keluar dan meneguk kesejukan
Akankah kesejukkan kan datang???


*Catatan Khaira
Minggu, 14 Juli 2013
03:35 AM

Jumat, 05 Juli 2013

Bias Asa

Jakarta, 06 Juli 2013 (10:00 AM)

Sebelum harapan semu ini membunuhku, terlebih dahulu aku yang akan membunuhnya. karena aku teramat tahu, sesal tak pernah datang di awal. 

Entah, rasa yang "aneh" itu apa namanya, aku yang tak mengerti atau memang tak terlalu penting untuk di mengerti. Aaaaaaarrrrgh... lagi-lagi dia berhasil membuat kacau ruang imajinasiku.

Meski aku tahu
Asaku ini terlalu tinggi
Jangan salahkan rasa ini
Ia memang hadir tanpa kuhendaki

Berharap, kelak ia pun 'kan berlalu seiring waktu
Maaf... mungkin hadirku mengganggumu....

Kadang aku rindu
Pada satu masa yang telah berlalu
Kerinduanku mengubah semua rasa 
Menjadi sebuah larik dalam puisi tiada bermelodi
Demi setitik syahdu di ruang rindu

Titipkan salam rinduku
Pada dia yang tak pernah kutahu
Pada dia yang hadirnya hanya DIA Yang Tahu
Pada-Mu Sang Penggenggam Hati
Pada-Mu Sang Pemilik Rindu . . . .