Senin, 27 Mei 2013

Tulus

Jakarta, 24 Mei 2013 [08:30 AM]

Saat sudah setulus mungkin
Berupaya dengan segala kemampuan yang ada
Tapi...,
Semua dianggap angin lalu saja
Bahkan tiada punya nilai guna

Ketulusan niat dipertaruhkan
Ego diruntuhkan
Ketegaran bathin kembali diuji

Salahku memang . . . .
I'm Sorry, I Can't be Perfect

Aku bukan malaikat yang tak pernah berbuat salah
Hanya manusia yang jauh dari kata sempurna

Semoga ampunan-Mu selalu menyertai
Terima kasih untuk tempaan diri yang telah diberi

"Aku ingin berjalan diderasnya hujan,
agar tidak ada yang tahu kalau aku sedang menangis...".


Salam Keikhlasan
Khaira Sahl

Sabtu, 18 Mei 2013

1/3 Malam

Ketika kuterbangun diwaktu sepertiga malam-Mu
Bias rupamu hadir
Kucoba untuk menyibak bias bayanganmu
Kau menghilang seketika disepertiga malam itu

Kali ini kaupun tak hadir dalam waktu sepertiga malamku
Bahkan bayangmu semakin pudar pada rona yang tak berwarna
Entah kau punya rasa yang sama denganku atau tidak?

Mencoba mengambil ibrah
Dari kisah si Pengemis dan Uang Koin

Dari kisahnya aku belajar
Agar tak perlu mengharapkan balas disetiap pemberian
Dari kisahnya aku belajar tentang arti sebuah keikhlasan
Dari kisahnya yang banyak mengandung mutiara hikmah

Bersyukurlah!
Setidaknya rasa itu pernah hadir
dan menjadikan diri ini lebih bijak dalam menyikapi segala persoalan.

Hadir kembali di sepertiga malamku ya!!!
Aku rindu....
Tapi tak bisa banyak yang dapat kulakukan dengan rinduku ini
Jangan salahkan rinduku...

Salahkan kerinduan yang hadir
Mengubah semua rasa rindu untukmu
Menjadi untaian kata dalam puisi tak berirama

Saat Dia mempertemukan kami kembali bertemu
Saat jumpa..., hanya diam yang tersisa
Namun bait puisi ini menjadi saksi di sepertiga malam

Kepada untaian kata
Kutitipkan sedikit asa
Sebab lewat lisan, aku tiada kuasa

Rasa yang belum pantas untuk diucap
Biarlah dipendam dalam-dalam
atau Ku adukan saja pada Allah lewat doa diam-diam . . . .




Di Utaranya Jakarta, Sepenggal kata tercipta sudah.
di ruang Imajinasiku, 02:35 AM
Jum'at, 17 Mei 2013


Jumat, 17 Mei 2013

Apapun dan Siapapun kamu, Bersyukurlah selalu!!!

Ciputat, 14:32 PM
Jum'at, 17 Mei 2013

Atas nafas hidup yg masih disambungkan, aku bersyukur, inilah alasan terbesar aku harus bersyukur, tidak boleh mengeluh lagi.

Kadang kita patah semangat, namun jangan pernah putus asa, karena matahari selalu terbenam setiap malam, namun akan terbit kembali di esok hari. Matahari boleh saja terbenam, tapi semangat harus tetap terbit.

Setiap diri akan diuji dengan sesuatu yang dicintainya, entah itu kehilangan dan lain sebagainya. Jangan pernah berprasangka buruk kepada-Nya, karena tidak ada satu kejadian pun yang terjadi tidak dengan seijin-Nya, semua yang terjadi sudah dalam perhitungan-Nya, tak hanya baik untuk kita tapi juga untuk semua. Dan terkadang kita baru menyadarinya saat sesuatu itu sudah tiada atau pergi.

Berbaik sangkalah selalu, bukankah Allah selalu mengikuti pransangka hamba-Nya? Ud'uni astajib lakum "Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku kabulkan".  Bukankah doa itu adalah harapan, so berharaplah yang baik-baik. Namun harus tetap diingat! kita memang punya rencana yang indah. Namun, rencana-Nya jauh lebih indah.
 

Sabtu, 11 Mei 2013

Mutiara Terindah Dari-Nya

Jakarta, 11 Mei 2013
My Bed Room, at 22: 13 PM

Dalam perenungan di sepertiga malamku
Terasa bulir-bulir basah dipipiku
Saat kupanjatkan doa penuh harapan
Berserah diri kepada-Mu Ya Allah

Saat itu ...,
Saat ujian ini Kau pilihkan untukku
terasing aku dalam ramai
Terasing aku dalam canda
Masa indahku terhapus oleh luka

Saat aku terdiam
Mencoba mencari sebutir mutiara indah
Dalam luasnya samudra kesedihan
menusuk setiap relung jiwa

Namun, saat aku tengah lupa
Aku berteriak dan meronta
Kubertanya
Dimana letak keadilan-Mu?
Dimanakah adanya?

Saat tubuhku terkapar tak berdaya
Emosi serasa ingin meledak
Tak kuasa aku membendung airmataku
Kudengar bisikan senandung zikir
Begitu menentramkan jiwa

Dari bibir yang basah memuja-Mu
Ayah ....

Ayah yang sangat kusayang
Begitu tabahnya engkau menerima keadaanku
Menenangkan kepedihanku
Walau aku tahu
Rasa sakit itu pun hinggap padamu

Hingga secerca cahaya itu hadir
Di tengah gelapnya keberserahan
Saat aku mulai rela dan bisa
Menerima Ujian-Mu menjadi sahabat baru bagiku

Kulihat senyum itu
Senyum yang indah
Dibalik rasa sakit yang tertahan
Saat aku harus bangkit melawan kepedihan ini

Bundaku, Doamu menguatkanku
Doamu membuatku bertahan

Ayah, kau pelita hatiku
Kau tunjukkan bagiku dimana letak keadilan itu
Bahwa rasa sakit ini adalah bagian anugrah
Yang harus disyukuri
Dan membuat diri ini semakin dekat dengan Sang Khalik

Kini,
Kutemukan mutiara terindah itu
Karena sesungguhnya 
Kaulah mutiara terindah pilihan Allah untukku
Ayah, Ibu.
Cinta tiada tara dariku,
Buah hatimu.


By : Khaira Sahl
:)

Kamis, 09 Mei 2013

Skenario Terbaik-Mu

Bismillahirrahmanirrahiiim...,
 
Salam.

Allah..., Kembali Kau tegur aku, kembali Kau hadirkan "si kupu-kupu" itu. Kau hadirkan Kasih Sayang-Mu dalam wujud sakit. Sakitnya sungguh tak terperikan. Ya Allaaaaaaah apa lagi ini?, aku tak mengerti dengan semua ini. Logika terbatas untuk memahami alur Skenario-Mu. Aku tak mengerti mengapa Engkau memilihku?.

Ya Allah..., betapa indah nikmat sehat-Mu itu, aku yang tak pandai bersyukur kini mengharapkan belas Kasih-Mu untuk sebuah kesembuhan. Please Allah, ringankanlah rasa sakitnya dan sembuhkanlah! amiin....

Aku tahu akan ada rasa sakit yang jauh lebih sakit dari saat ini.

Terkadang rasa lelah, penat dan putus asa datang menyeretku dalam kesedihan tak berujung. Tapi kucoba untuk bangkit dari semua itu, "hai lelah dan penat, pergilah! aku tak mengenalmu apalagi berkawan denganmu".

Rasa lelah dan penat bisa hinggap kapan saja. Terkadang aku penat harus minum obat setiap hari, aku lelah harus bolak-balik ke RS tiap 1 minggu sekali, aku lelah tiap bulan harus cek darah periksa ini dan itu, terkadang aku lelah dengan semua ketentuan-Mu ini.

Kupikir, itu manusiawi. Terkadang manusia berada dalam titik jenuh dalam kehidupannya, terkadang manusia harus berada dititik 0 (nol) dalam hidupnya. Kala itu terjadi, apa yang harus dilakukan?, kembali, kembali Pada-Nya adalah Jalan Terbaik.

Kini aku tahu, ternyata sakit mampu membuat hubungan vertikal seseorang membaik dengan Sang Khalik. Lewat sakit ini, Allah ingin aku lebih dekat dengan-Nya, bukan kepada selain-Nya.

Aku pahami bahwa Allah telah menyediakan waktu untuk pemutaran episode terbaik dalam hidupku, Aku yakin semuanya akan berakhir dengan keindahan atas Izin-Nya.

Tabahkan hati, ikhlaskan diri, karena kuyakin DIA lebih tahu apa yang TERBAIK bagiku.

Hasbunallah wa ni'mal wakil ni'mal maula wa ni'man nashiir...

wassalam
Khaira

at : RSCM, jum'at 10 Mei 2013