Bismillahirrahmanirrahiiim...,
Salam.
Allah..., Kembali Kau tegur aku, kembali Kau hadirkan "si kupu-kupu" itu. Kau hadirkan Kasih Sayang-Mu dalam wujud sakit. Sakitnya sungguh tak terperikan. Ya Allaaaaaaah apa lagi ini?, aku tak mengerti dengan semua ini. Logika terbatas untuk memahami alur Skenario-Mu. Aku tak mengerti mengapa Engkau memilihku?.
Ya Allah..., betapa indah nikmat sehat-Mu itu, aku yang tak pandai bersyukur kini mengharapkan belas Kasih-Mu untuk sebuah kesembuhan. Please Allah, ringankanlah rasa sakitnya dan sembuhkanlah! amiin....
Aku tahu akan ada rasa sakit yang jauh lebih sakit dari saat ini.
Terkadang rasa lelah, penat dan putus asa datang menyeretku dalam kesedihan tak berujung. Tapi kucoba untuk bangkit dari semua itu, "hai lelah dan penat, pergilah! aku tak mengenalmu apalagi berkawan denganmu".
Rasa lelah dan penat bisa hinggap kapan saja. Terkadang aku penat harus minum obat setiap hari, aku lelah harus bolak-balik ke RS tiap 1 minggu sekali, aku lelah tiap bulan harus cek darah periksa ini dan itu, terkadang aku lelah dengan semua ketentuan-Mu ini.
Kupikir, itu manusiawi. Terkadang manusia berada dalam titik jenuh dalam kehidupannya, terkadang manusia harus berada dititik 0 (nol) dalam hidupnya. Kala itu terjadi, apa yang harus dilakukan?, kembali, kembali Pada-Nya adalah Jalan Terbaik.
Kini aku tahu, ternyata sakit mampu membuat hubungan vertikal seseorang membaik dengan Sang Khalik. Lewat sakit ini, Allah ingin aku lebih dekat dengan-Nya, bukan kepada selain-Nya.
Aku pahami bahwa Allah telah menyediakan waktu untuk pemutaran episode terbaik dalam hidupku, Aku yakin semuanya akan berakhir dengan keindahan atas Izin-Nya.
Tabahkan hati, ikhlaskan diri, karena kuyakin DIA lebih tahu apa yang TERBAIK bagiku.
Hasbunallah wa ni'mal wakil ni'mal maula wa ni'man nashiir...
wassalam
Khaira
at : RSCM, jum'at 10 Mei 2013