Sabtu, 18 Mei 2013

1/3 Malam

Ketika kuterbangun diwaktu sepertiga malam-Mu
Bias rupamu hadir
Kucoba untuk menyibak bias bayanganmu
Kau menghilang seketika disepertiga malam itu

Kali ini kaupun tak hadir dalam waktu sepertiga malamku
Bahkan bayangmu semakin pudar pada rona yang tak berwarna
Entah kau punya rasa yang sama denganku atau tidak?

Mencoba mengambil ibrah
Dari kisah si Pengemis dan Uang Koin

Dari kisahnya aku belajar
Agar tak perlu mengharapkan balas disetiap pemberian
Dari kisahnya aku belajar tentang arti sebuah keikhlasan
Dari kisahnya yang banyak mengandung mutiara hikmah

Bersyukurlah!
Setidaknya rasa itu pernah hadir
dan menjadikan diri ini lebih bijak dalam menyikapi segala persoalan.

Hadir kembali di sepertiga malamku ya!!!
Aku rindu....
Tapi tak bisa banyak yang dapat kulakukan dengan rinduku ini
Jangan salahkan rinduku...

Salahkan kerinduan yang hadir
Mengubah semua rasa rindu untukmu
Menjadi untaian kata dalam puisi tak berirama

Saat Dia mempertemukan kami kembali bertemu
Saat jumpa..., hanya diam yang tersisa
Namun bait puisi ini menjadi saksi di sepertiga malam

Kepada untaian kata
Kutitipkan sedikit asa
Sebab lewat lisan, aku tiada kuasa

Rasa yang belum pantas untuk diucap
Biarlah dipendam dalam-dalam
atau Ku adukan saja pada Allah lewat doa diam-diam . . . .




Di Utaranya Jakarta, Sepenggal kata tercipta sudah.
di ruang Imajinasiku, 02:35 AM
Jum'at, 17 Mei 2013


Tidak ada komentar:

Posting Komentar