Senin, 28 Januari 2013

2 Ekor Katak di dalam Bejana Susu

Alkisah ada dua ekor katak. Yang satu gemuk dan yang satunya kurus. Suatu hari, ketika mencari makanan, keduanya melompat masuk ke dalam sebuah bejana berisi susu. Keduanya tidak bisa melompat keluar karena terlalu licin, sehingga mereka memutuskan untuk berenang-renang.

Katak gemuk berkata kepada katak kurus, “Saudaraku, aku rasa tak ada lagi gunanya kita mendayung dan berenang-renang lebih lama lagi. Kita akan tenggelam juga pada akhirnya, jadi aku rasa lebih baik kita menyerah saja.”

Katak kurus menjawab, “Sabar saudaraku, teruslah mendayung dan berenang. Seseorang akan mengeluarkan kita dari sini.” Lalu keduanya mendayung lagi selama beberapa jam.

Setelah itu, katak gemuk kembali berkata, “Saudaraku, sepertinya tak ada guna. Aku sekarang amat letih. Aku akan berhenti mendayung sekarang dan tenggelam. Tak akan ada yang menolong kita.”

Tapi si katak kurus menjawab, “Teruslah mencoba. Teruslah mendayung. Sesuatu yang baik pasti akan datang, teruslah mendayung.” kemudian beberapa jam kembali berlalu.

Katak gemuk kembali berkata, “Aku sudah tak tahan lagi. Tak ada gunanya melakukan semua ini karena kita akan tenggelam juga nantinya.” Dan si katak gemuk berhenti. Ia menyerah. Dan tenggelam di dalam susu tersebut. Tapi si katak kurus terus mendayung dan mendayung.

Sepuluh menit kemudian, si katak kurus merasakan sesuatu yang padat di bawah kakinya. Ia telah mengubah susu menjadi mentega karena dayungannya. Dan dengan beberapa kali lompatan ia berhasil keluar dari bejana tersebut.


***
Sahabatku.. Jangan pernah berhenti melangkah.. Apapun keadaannya.. Yakinlah bahwa Pertolongan-Nya pasti akan datang.

Rabu, 23 Januari 2013

Shalawat Cinta

Berabad-abad sudah berlalu
namun namamu masih melekat di hatiku
tak pernah aku bertemu atau berjumpa denganmu
tak pernah aku melihat langsung dakwahmu 
namun sinar cahaya itu mampu menebus ruang dan waktu 
walau aku tak pernah hidup semasa denganmu
tapi semua umat manusia tahu akhlakmu sungguh mempesona 
engkau adalah lambang keteladanan yang hakiki
sederhana dalam keagungan
dan ramah dalam kewibawaan
Wahai Sang Maha Cinta
ajari aku untuk mencintai Rasul-Mu selalu
dan mencintai apa yang diajarkan Rasul-Mu
selalu kuselipkan shalawat cinta untuknya disetiap sujudku
sampaikan salam rinduku untuk Rasul-Mu
Ya Allah izinkan aku untuk bertemu dengan Rasul-Mu
Ya Rasulullah begitu agung namamu
Ya Rasulullah rindu ini selalu menggunung untukmu
Ya Rasulullah Ya Habiballah aku rindu padamuuuuuu
Malaikat saja sanggup menghitung jumlah tetesan air hujan yang jatuh ke muka bumi ini... tapi 1 yang tidak sanggup dia hitung, yaitu jumlah Pahala orang yang bershalawat kepada Rasulullah swt.
♥ آللّهُمَ صَلّیۓِ ۈسَلّمْ عَلۓِ سَيّدنَآ مُحَمّدْ♥ :) آللّهُمَ صَلّیۓِ ۈسَلّمْ عَلۓِ سَيّدنَآ مُحَمّدْ:) ♥ آللّهُمَ صَلّیۓِ ۈسَلّمْ عَلۓِ سَيّدنَآ مُحَمّدْ♥ :) آللّهُمَ صَلّیۓِ ۈسَلّمْ عَلۓِ سَيّدنَآ مُحَمّدْ:) ♥ آللّهُمَ صَلّیۓِ ۈسَلّمْ عَلۓِ سَيّدنَآ مُحَمّدْ♥ :)
اللهم صل وسلم وبارك على سيدنا محمد وعلى اله واصحابه اجمعين
 
Salam Rindu Muhammadku
12 Rabiul Awal 1434 H / 24 januari 2013 M
 

Sabtu, 19 Januari 2013

Setiap Wanita itu Cantik

MENGAPA WANITA DICIPTAKAN MUDAH MENETESKAN AIR MATA?

Ketika diciptakan seorang wanita, ia diharuskan untuk menjadi seorang yang istimewa. Dibuat bahunya cukup kuat untuk menopang dunia; namun, harus cukup lembut untuk memberikan kenyamanan ".

Diberikan kekuatan dari dalam untuk mampu melahirkan anak dan menerima penolakan yang seringkali datang dari anak-anaknya.

Diberikan kekerasan untuk membuatnya tetap tegar, ketika orang-orang lain menyerah dan mengasuh keluarganya dengan penderitaan dan kelelahan tanpa mengeluh.

Diberikan kepekaan untuk mencintai anak-anaknya dalam setiap keadaan, bahkan ketika anaknya bersikap sangat menyakiti hatinya.

Diberikan kekuatan untuk mendukung suaminya dalam kegagalannya dan melengkapi dengan tulang rusuk suaminya untuk melindungi hatinya.

Diberikan kebijaksanaan untuk mengetahui bahwa seorang suami yang baik tidak akan pernah menyakiti isterinya, tetapi kadang menguji. Kekuatannya dan ketetapan hatinya untuk berada disisi suaminya tanpa ragu.

Dan akhirnya, diberikan air mata untuk diteteskan. Ini adalah khusus milik wanita untuk digunakan ketika merasakan penatnya beban yang ia pikul."

Untuk itu: Kecantikan seorang wanita bukanlah dari pakaian yang dikenakannya, sosok yang ia tampilkan atau bagaimana ia mendandani dirinya...

"TAPI" Kecantikan seorang wanita harus dilihat dari matanya, kerana itulah pintu hatinya.. tempat dimana cinta itu ada."

Jadi ingat lah...Setiap Wanita itu Cantik!
"Jika kita melihat sesuatu, mampukah diri kita untuk melihat yang dibaliknya. Karena jika tidak, itulah yang akan menjadi batas pandangan kita."

 

Sabtu, 12 Januari 2013

Untaian Melodi Jiwa

Jakarta, 13 Januari 2013 (04:53 AM)

Sepenggal Kata yang Tercipta di Subuh Sunyi

Dilembah sunyi kehidupan, rintik hujan deras membasahi bumi. Segar harum nafas kehidupan yang Kau hembuskan. Kata-kata yang kucipta mungkin agak sedikit gila, tapi ini apa adanya.

Pasrah bukan berarti menyerah begitu saja, tanpa tindakan untuk merubahnya. Galau pun boleh saja, tapi jangan tenggelam dalam kegalauan yang terlalu dalam. Sulit pun bukan berarti 'tak bisa ditaklukkan. Tetap harus berupaya, semampu yang bisa dipersembahkan.

Percaya atau tidak, Allah itu mengikuti prasangka hambanya, so..., berprasangka baiklah selalu. Semoga apapun yang tersirat sejalan dengan apa akan ditentukannya untuk kehidupan ini.

Tenanglah..., jangan pernah takut akan kesendirian. Karena Allah tidak akan membiarkanmu seorang diri, Dia akan ada untukmu dan akan selalu ada untukmu. "God is always there for you, embrace your dreams, and always here for you, Believe it".
"Terkadang..., ketika meminta kepada Allah setangkai bunga yang indah, tapi Allah memberi kaktus yang berduri. Mungkin Allah tidak pernah memberi apa yang diinginkan, tapi Allah akan memberi apapun yang dibutuhkan. Kadang ada saatnya marah, kecewa, nyaris putus asa. Tapi jauh di atas segalanya, Allah sedang merangkai apa yang terbaik untuk kehidupan ini. Semuanya mengajarkan untuk selalu belajar ikhlas dalam mengarungi kehidupan."
Usaplah bulir airmatamu dengan keikhlasan dihatimu akan ketentuan-Nya, ini baik menurut-Nya, meski tak begitu baik terlihat oleh mata kasarmu. Jangan pernah menyalahkan kehendak Tuhan, memakinya dengan untaian kata ketidak-adilan. Percayalah suatu saat Allah akan mengganti tiap bulir airmatamu dengan butiran mutiara indah kehidupan, yang indahnya tidak akan mampu kau lukiskan. Bangkitlah! dan jangan pernah putus asa, berdoa selalu, semoga doa diijabah.
"Dan janganlah membuatmu putus asa dalam mengulang-ulang doa, ketika Allah menunda ijabahnya doa itu. Dia-lah yang menjamin ijabahnya doa itu menurut pilihan-Nya padamu, bukan menurut pilihan seleramu. Kelak pada waktu yang dikehendaki-Nya, bukan menurut waktu yang engkau kehendaki." 

Salam damai akan ketentuan-Nya... :)
Khaira

Rasa Ini

Dulu aku tak pernah tau apa itu artinya cinta
Aku pun mencarinya di kamus hidupku
Dan tidak juga kutemukan artinya
Dan aku tak pernah tau apa itu galau

Dan kau datang menghampiriku
Memberi perhatian lebih padaku
Aku bertanya apakah ini yang namanya cinta
Dan apakah ini rasanya cinta

Ketikaku melihat senyumanmu aku pun tersenyum
Ketika kau sedih aku pun merasa sedih karenamu
Namun kini kau kembali menjadi seseorang yang asing untukku
Yang ku tak bisa mengenali siapa dirimu

Rasa cinta dalam hatiku semakin besar padamu
Dan aku bingung apa yang akan ku lakukan
Ketika bertemu denganmu dan menatapmu
Ku hanya ingin engkau tau aku sangat mencintaimu
Lebih dari yang kau tahu
Meski rasa itu tiada lagi untukku. . . .

Rabu, 09 Januari 2013

Katakanlah!

Hari ini aku akan menjadi pribadi yang kurang mengeluh dan lebih banyak bertindak.

Aku tidak akan mengeluh, jika aku bisa berdoa dan bertindak.

Aku tidak akan merangkak, jika aku bisa berjalan; dan aku tak akan berjalan saat aku bisa berlari.

Aku tidak akan berlama-lama merasa galau tanpa tindakan. Aku akan tetap bertindak dalam perasaan galau.

Karena,

Bukan galauku yang penting, tapi suksesku.

Hari ini aku akan menjadi pribadi yang lebih tegas bagi kebaikanku sendiri.

Tuhan, tenagailah kesungguhanku untuk membarukan diriku sendiri, dan gembirakanlah aku dengan hasil yang baik, dengan sambutan yang hangat dari sesama, dan dengan rezeki yang baik dan lancar.

Aamiin
Sumber : Mario Teguh

Selasa, 08 Januari 2013

Asa Tak Boleh Padam

Jakarta, 08 Januari 2013
Selasa, 18:19 WIB


Kilauan cahaya yang kian redup
Terhempas aku dalam kesendirian
Sulit untuk kugapai keberanian yang kian menghilang
Tapi perjuangan ini belumlah berakhir
Bahkan baru saja dimulai
Namun seram bergurat di imaji
Diantara pupusnya sebuah harapan
Ketika tanya sulit terjawab
Tuhan . . . .
Mengertikah Engkau akan asaku
Aku takut
Bayang itu selalu menghantuiku
Tapi aku tahu
Kau tidak akan membiarkan aku sendiri
Cause Allah is always be inside.

Senin, 07 Januari 2013

Sendiri

Senin, 07 Januari 2013
Kamal 23:45

Ketika kata 'tak lagi mampu kuucap

Saat sepi mulai menyelimuti

Terseret aku dalam khayal yang tiada bertepi

Ribuan bait puisi yang kutulis

Tidaklah cukup untuk mewakili satu rasa yang ada

Kuredam amarah

Kucoba nyalakan kobaran api cinta

Namun semua hanya tinggal asa. . . .

Kusendiri dimalam sepi ini

yang dicari, malah menghilang dari peredaran

yang diinginkan, tak jua ditemukan

Kini aku sendiri

Kembali kususun doa-doa yang berserakan

Bangkitkan sejuta harapan

BISMILLAH..., Aku yakin, Bagi-Nya tak ada jalan buntu



Kisah Sang Guru Bijak & 3 Muridnya

Senin, 07 Januari 2013
Jakarta 23:12 WIB

Sang Guru bijak pagi itu menerima kembali tiga murid terbaiknya yang telah pergi merantau selama tiga tahun.
Mereka turun gunung dari kampung ke kampung dan dari kota ke kota, untuk mendapatkan jawaban atas pertanyaan dari Sang Guru:
"Apakah makna kekayaan bagi manusia?"
Jawaban dari pertanyaan tersebut akan menentukan siapakah yang akan menjadi pengganti sang Guru kelak.

Maka kini tibalah saatnya bagi mereka untuk menjawab pertanyaan Sang Guru.

Murid Pertama berkata: "Wahai Guru, setelah tiga tahun merantau, murid sampai pada kesimpulan, bahwa kekayaan adalah akar kejahatan. Dalam perjalanan, murid banyak menjumpai anak manusia yang rela melakukan berbagai kejahatan, melakukan tipu muslihat, kecurangan, perampokan bahkan pembunuhan untuk memperoleh kekayaan. Bahkan setelah meraih kekayaan, mereka kemudian menggunakan kekayaan tadi untuk melakukan perbuatan-perbuatan keji. Mereka gunakan kekayaan untuk berjudi, berzina, mabuk-mabukan dan madat. Tidak ada kebaikan sedikitpun dari kekayaan. Demikianlah pengamatan murid, oh Guru!"

Sang Guru: "Oh menarik sekali pengamatanmu murid. Lalu menurutmu apa yang sebaiknya kita lakukan?"

Murid Pertama: "Manusia harus menjauhkan diri dari kekayaan yang merupakan sumber kejahatan ini Guru. Supaya selalu dekat dan ingat kepada Tuhan Yang Maha Esa, kita harus hidup jauh dari kekayaan. Kita dekatkan diri kita kepada Yang Maha Esa dengan meninggalkan ikatan keduniawian seperti halnya kekayaan ini Guru. Kita harus memurnikan hati kita dengan meninggalkan hal-hal yang dapat membuat hati kita terpaut kepada selain Tuhan Yang Maha Esa. Demikian menurut pendapat murid, oh Guru."

Sang Guru tersenyum: "Engkau sungguh memiliki kemuliaan wahai murid pertama. Aku bangga kepadamu."

Murid Kedua kemudian berkata, "Mohon maaf Guru, murid punya pendapat yang berbeda. Selama perjalanan, murid banyak berjumpa dengan raja dan saudagar kaya yang sangat dermawan. Mereka membangun tempat ibadah, mereka membangun tempat tinggal untuk orang miskin, mereka menyantuni anak yatim, mereka memberi makanan dan pertolongan untuk orang yang kesusahan. Mereka mencari kekayaan yang sangat banyak, namun juga menggunakannya untuk kebaikan banyak orang. Murid sampai pada satu kesimpulan, bahwa kekayaan adalah sumber kebaikan, yang akan membawa umat manusia kepada kebaikan. Demikian pendapat murid, oh Guru."

Sang Guru: "Oh, sungguh luar biasa pengamatanmu muridku. Lalu menurutmu apa yang sebaiknya kita lakukan?"

Murid Kedua: "Manusia harus mencari kekayaan sebanyak-banyaknya Guru. Dengan memiliki kekayaan yang cukup, maka manusia dapat menjalani kehidupan dengan sebaik-baiknya. Dengan kekayaan yang cukup maka manusia dapat memperolah pendidikan yang baik, dapat beribadah dengan tenang, dapat bersedekah, dapat menolong keluarga dan sesama manusia yang membutuhkan. Manusia tidak boleh hidup dalam kemiskinan Guru. Kita harus melakukan seganap upaya agar manusia terbebas dari kemiskinan dan memperoleh kekayaan. Demikian pendapat murid, Guru!:

Sang Guru tersenyum: "Engkau adalah samudera kebijaksanaan wahai murid kedua. Aku bangga kepadamu!"

Sang Guru berpaling ke Murid Ketiga:
"Murid ketiga, bagaimana menurutmu?"

Murid Ketiga pun bercerita, "Guru, selama perjalanan, murid telah berjumpa dengan orang kaya yang baik, namun ada juga orang kaya yang jahat. Murid bertemu dengan orang miskin yang baik, dan ada orang miskin yang jahat. Murid menjumpai ada orang kaya yang taat beribadah dan selalu ingat pada Tuhan nya, namun ada juga orang kaya yang lupa pada Tuhan. Seperti halnya ada orang miskin yang selalu ingat pada Tuhan, dan ada juga orang miskin yang lupa pada Tuhan. Banyak orang kaya yang …

Sang Guru tersenyum: "Jadi apa maksudmu muridku yang baik?"

Murid Ketiga: "Maksud murid, ternyata kekayaan adalah sekedar alat. Semuanya akan kembali kepada diri kita sebagai manusia. Manusia yang memiliki tujuan hidup yang baik, akan menggunakan kekayaan sebagai alat untuk mewujudkan kebaikan. Demikian maksud murid, Guru."

Sang Guru: "Lalu menurutmu apa yang sebaiknya kita lakukan?"

Murid Ketiga: "Manusia haruslah mengetahui hendak kemana ia akan menuju. Dengan demikian, apa pun yang dimilikinya di dunia ini hanyalah alat, bukan tujuan. Termasuk kekayaan."

Sang Guru: "Lalu hendak kemanakah manusia menuju?"

Murid Ketiga: "Manusia adalah semata ciptaan Tuhan Yang Maha Esa. Kesanalah semua manusia menuju. Jika manusia menyadari tujuannya, kekayaan dapat menjadi kendaraan untuk mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa. 
Namun jika sebaliknya, maka kekayaan dapat juga menjauhkan manusia dari Tuhan Yang Maha Esa."

Sang Guru tersenyum: "Muridku, sungguh engkau adalah sumber kebijaksanaan dan samudera pengetahuan."

Sang Guru menundukkan kepala menghormat murid ketiga: "Engkaulah Guru baru di perguruan ini."

Dan kedua murid yang lain, serentak menunduk hormat pada Murid Ketiga.

Hidup Seimbang

Dikisahkan suatu hari ada seorang anak muda yang tengah menanjak karirnya tapi merasa hidupnya tidak bahagia.
Istrinya sering mengomel karena merasa keluarga tidak lagi mendapat waktu dan perhatian yang cukup dari si suami.
Orang tua dan keluarga besar, bahkan menganggapnya sombong dan tidak lagi peduli kepada keluarga besar.
Tuntutan pekerjaan membuatnya kehilangan waktu untuk keluarga, teman-teman lama, bahkan saat merenung bagi dirinya sendiri.

Hingga suatu hari, karena ada masalah, si pemuda harus mendatangi salah seorang petinggi perusahaan di rumahnya. Setibanya di sana, dia sempat terpukau saat melewati taman yang tertata rapi dan begitu indah.

"Hai anak muda. Tunggulah di dalam. Masih ada beberapa hal yang harus Bapak selesaikan," seru tuan rumah.

Bukannya masuk, si pemuda menghampiri dan bertanya,
"Maaf, Pak. Bagaimana Bapak bisa merawat taman yang begitu indah sambil tetap bekerja dan bisa membuat keputusan-keputusan hebat di perusahaan kita?"

Tanpa mengalihkan perhatian dari pekerjaan yang sedang dikerjakan, si bapak menjawab ramah,
"Anak muda, mau lihat keindahan yang lain? Kamu boleh kelilingi rumah ini. Tetapi, sambil berkeliling, bawalah mangkok susu ini. Jangan tumpah ya. Setelah itu kembalilah kemari".
Dengan sedikit heran, namun senang hati, diikutinya perintah itu.

Tak lama kemudian, dia kembali dengan lega karena mangkok susu tidak tumpah sedikit pun. Si bapak bertanya, "Anak muda. Kamu sudah lihat koleksi batu-batuanku? Atau bertemu dengan burung kesayanganku?"

Sambil tersipu malu, si pemuda menjawab, "Maaf Pak, saya belum melihat apa pun karena konsentrasi saya pada mangkok susu ini. Baiklah, saya akan pergi melihatnya."

Saat kembali lagi dari mengelilingi rumah, dengan nada gembira dan kagum dia berkata, "Rumah Bapak sungguh indah sekali, asri, dan nyaman." tanpa diminta, dia menceritakan apa saja yang telah dilihatnya.

Si Bapak mendengar sambil tersenyum puas sambil mata tuanya melirik susu di dalam mangkok yang hampir habis.
Menyadari lirikan si bapak ke arah mangkoknya, si pemuda berkata, "Maaf Pak, keasyikan menikmati indahnya rumah Bapak, susunya tumpah semua".

"Hahaha! Anak muda. Apa yang kita pelajari hari ini? Jika susu di mangkok itu utuh, maka rumahku yang indah tidak tampak olehmu. Jika rumahku terlihat indah di matamu, maka susunya tumpah semua. Sama seperti itulah kehidupan, harus seimbang.
Seimbang menjaga agar susu tidak tumpah sekaligus rumah ini juga indah di matamu. Seimbang membagi waktu untuk pekerjaan dan keluarga. Semua kembali ke kita, bagaimana membagi dan memanfaatkannya. Jika kita mampu menyeimbangkan dengan bijak, maka pasti kehidupan kita akan harmonis".

Seketika itu si pemuda tersenyum gembira,
"Terima kasih, Pak. Tidak diduga saya telah menemukan jawaban kegelisahan saya selama ini. Sekarang saya tahu, kenapa orang-orang menjuluki Bapak sebagai orang yang bijak dan baik hati".


Pesan yang dapat diambil:
Dapat membuat kehidupan seimbang tentu akan mendatangkan keharmonisan dan kebahagiaan. Namun bisa membuat kehidupan menjadi seimbang, itulah yang tidak mudah.

Kita membutuhkan proses pematangan pikiran dan mental. Butuh pengorbanan, perjuangan, dan pembelajaran terus menerus. Dan yang pasti, untuk menjaga supaya tetap bisa hidup seimbang dan harmonis, ini bukan urusan 1 atau 2 bulan, bukan masalah 5 tahun atau 10 tahun, tetapi kita butuh selama hidup. Selamat berjuang!

Kasih yang Penuh Kejutan

Biasanya di hari ulang tahun Putri, ibu pasti sibuk di dapur untuk memasak dan menghidangkan makanan kesukaannya.
Tepat saat yang ditunggu, betapa kecewa hati si Putri, meja makan kosong, tidak tampak sedikit pun bayangan makanan kesukaannya tersedia di sana. Putri kesal, marah, dan jengkel.

"Huh, ibu sudah tidak sayang lagi padaku. Sudah tidak ingat hari ulang tahun anaknya sendiri, sungguh keterlaluan," gerutunya dalam hati.
"Ini semua pasti gara-gara Adinda sakit semalam sehingga ibu lupa pada ulang tahun dan makanan kesukaanku. Dasar anak manja!"

Ditunggu sampai siang, tampaknya orang serumah tidak peduli lagi kepadanya. Tidak ada yang memberi selamat, ciuman, atau mungkin memberi kado untuknya.

Dengan perasaan marah dan sedih, Putri pergi meninggalkan rumah begitu saja. Perut kosong dan pikiran yang dipenuhi kejengkelan membuatnya berjalan sembarangan.
Saat melewati sebuah gerobak penjual bakso dan mencium aroma nikmat, tiba-tiba Putri sadar, betapa lapar perutnya! Dia menatap nanar kepulan asap di atas semangkuk bakso.

"Mau beli bakso, neng? Duduk saja di dalam," sapa si tukang bakso.

"Mau, bang. Tapi saya tidak punya uang," jawabnya tersipu malu.

"Bagaimana kalau hari ini abang traktir kamu? Duduklah, abang siapin mi bakso yang super enak."

Putri pun segera duduk di dalam.

Tiba-tiba, dia tidak kuasa menahan air matanya, "Lho, kenapa menangis, neng?" tanya si abang.

"Saya jadi ingat ibu saya, Bang. Sebenarnya... hari ini ulang tahun saya. Malah abang, yang tidak saya kenal, yang memberi saya makan. Ibuku sendiri tidak ingat hari ulang tahunku apalagi memberi makanan kesukaanku. Saya sedih dan kecewa, bang."

"Neng cantik, abang yang baru sekali aja memberi makanan bisa bikin Neng terharu sampai nangis. Lha, padahal ibu dan bapak neng, yang ngasih makan tiap hari, dari neng bayi sampai segede ini, apa neng pernah terharu begini? Jangan ngeremehin orangtua sendiri neng, ntar nyesel lho."

Putri seketika tersadar,
"Kenapa aku tidak pernah berpikir seperti itu?"

Setelah menghabiskan makanan dan berucap banyak terima kasih, Putri bergegas pergi. Setiba di rumah, ibunya menyambut dengan pelukan hangat, wajah cemas sekaligus lega

"Putri, dari mana kamu seharian ini, ibu tidak tahu harus mencari kamu ke mana. Putri, selamat ulang tahun ya. Ibu telah membuat semua makanan kesukaan Putri. Putri pasti lapar kan? Ayo nikmati semua itu."

"Ibu, maafkan Putri, Bu,"
Putri pun menangis dan menyesal di pelukan ibunya.
Dan yang membuat Putri semakin menyesal, ternyata di dalam rumah hadir pula sahabat-sahabat baik dan paman serta bibinya. Ternyata ibu Putri membuatkan pesta kejutan untuk putri kesayangannya!


Pesan yang didapat :
Saat kita mendapat pertolongan atau menerima pemberian sekecil apapun dari orang lain, sering kali kita begitu senang dan selalu berterima kasih.
Sayangnya, kadang kasih dan kepedulian tanpa syarat yang diberikan oleh orangtua dan saudara tidak tampak di mata kita. Seolah menjadi kewajiban orangtua untuk selalu berada di posisi siap membantu, kapan pun.
Bahkan, jika hal itu tidak terpenuhi, segera kita memvonis, yang tidak sayanglah, yang tidak mengerti anak sendirilah, atau dilanda perasaan sedih, marah, dan kecewa yang hanya merugikan diri sendiri.
Maka untuk itu, kita butuh untuk belajar dan belajar mengendalikan diri, agar kita mampu hidup secara harmonis dengan keluarga, orangtua, saudara, dan dengan masyarakat lainnya.

Salam Cinta Khaira

Sabtu, 05 Januari 2013

Indahkanlah Hidupku

Hari ini akan kupastikan bahwa senyum, tawa, dan penghormatanku kepada diriku, kepada sesama dan kehidupan ini, lebih besar daripada kesedihan dan kekecewaanku.

Karena sesungguhnya …

Kesedihan adalah penuntun menuju kebahagiaanku, jika aku tetap memelihara kebaikanku karena kesedihanku.

Dan …

Kekecewaanku adalah pendidikan bagi keberhasilanku, jika aku memperbaiki diri dan cara-caraku karena kekecewaanku.

Hari ini aku akan menjadi pribadi yang lebih sadar tentang kebaikan yang datang bersama kesulitan di dalam pekerjaan dan hubunganku dengan orang lain.

Tuhan, dampingilah upaya kekasih-Mu yang kecil ini.

Indahkanlah hidupku.

Aamiin

 
Sumber: Mario Teguh – Loving you all as always

Jumat, 04 Januari 2013

Hidup Adalah Pilihan

Jakarta, 02 Januari 2013
Rabu 13:30

Suatu saat kalian 'kan mengerti, jika telah sampai pada titik dimana yang aku alami dan ada saat ini. Mungkin tidak untuk saat ini, tapi nanti.... jika Tuhan menghendaki.

Mungkin sikapku yang terlalu menutup diri, ingin dipahami tanpa pernah bercerita. Tapi bukankah, sikap yang ditampilkan secara sadar atau tidak, itu lebih bisa bercerita dari pada cerita itu sendiri.

Lalu, mengapa rasa takut akan kesendirian menyerangku saat ini. Bukankah, kelak mati pun aku sendiri??? lalu untuk apa takut?, toh mati pun aku sendiri. . . .

Ini hidupku, dan hidup adalah sebuah pilihan. Akulah yang berhak memilihnya. Dunia dengan segala kemilaunya memang cukup membuat orang terlena, namun jangan sampai terpedaya. Karena dunia ini adalah fana, suatu saat semuanya kan musnah, kecuali Engkau.

"Hidupmu adalah milikmu, kamu sendiri yang menentukan baik buruknya, dan kamulah yang memimpin dirimu sendiri, bukan orang lain".

Ternyata harga untuk sebuah istiqamah (apalagi dalam kebaikan) itu sangat sangat mahal harganya.


Kadang Allah menyisipkan bahagia diantara duka,
agar kita tahu bahwa ada hikmah dibalik tetes air mata.
Dalam harap Allah menyelipkan resah,
agar kita sadar untuk mengiringi doa dengan segenap pasrah.
Dalam juang pun Allah menyisipkan lelah,
agar kita ingat betapa mahalnya harga istiqamah.
"Tiada Allah ciptakan sesuatu dengan sia-sia..."
maka, syukurilah segala rasa yang ada
agar hidup lebih bermakna. . . .