Minggu, 16 November 2014

Sebuah Rasa yang Indah

Jakarta, 16 November 2014
Sunday, 02:13 am

Ternyata bukan mudah untuk mengawal semua rasa yang ada dan hadir secara tiba-tiba. Entah apa, aku bingung harus memulai darimana, ada banyak kisah, ada banyak cerita yang hadir dan semua terjadi begitu saja...., satu hal yang pasti, ada yang berubah dari biasanya, ada yang lain, dan harusnya aku bisa untuk tak begitu. Tapi..., saat rasa itu datang, entahlah aku tak bisa berlari darinya, malah mengikuti alurnya.

Ya Rabb...., aku tau semua Hukum-Mu telah jelas Kau goreskan dalam Surat Cinta-Mu, Al-Qur'an. Aku tau rasa ini sangat jelas bahwa jangankan terjadi, niat untuk hal itu terjadi pun tak diperbolehkan Oleh-Mu, sudah jelas. Jelas ini kesalahan fatal, yaaaah..., aku tau itu, aku faham itu, sungguh.

Aku tau sungguh bahwa jangankan menuruti rasa itu, niat untuk mendekatinya saja pun tak boleh. Rasa itu mengawalku untuk mengikuti alur gelombangnya. Aku bahagia sekarang, tapi seperti ada yang hilang. Aku tau aku salah dengan membiarkan rasa itu mengawalku, bukan tetap teguh untuk melawan semua rasa itu. Yaaaaah..., harusnya aku menjadi nahkoda yang tangguh agar kapalku tak karam diterjang apa pun juga, terlebih hanya karena kesenangan sesaat terlihat begitu melenakan.

 Ada ketakutan tersendiri. Aku takut Kau kembali menegurku karena kesalahan yang telah kupilih, aku tau ini sebuah kesalahan fatal yang jelas tak Kau sukai. Tapi...., fatamorgana cinta begitu indah menyilaukan mata. Aku memilihnya, diawali dengan harapan yang baik meski tidak pada kenyataannya. Cukuplah kiranya teguran-Mu empat tahun silam telah membuatku kehilangan sebagian yang indah dari diriku. Tapi aku tau, itu cara-Mu mencintaiku, mengujiku agar aku selalu dekat dengan-Mu, bukan kepada selain-Mu. aku fahami itu. 

Bolehkah aku sedikit bernegoisasi Pada-Mu Pemilik Cinta yang Agung, kiranya apa kurasa ini adalah sebuah dosa, mohon maafkan aku atas segala khilaf dan salahku, anggap ini sebagai suatu hal yang lumrah untuk kami yang sedang dimabuk cinta. Mohon maafkan kami atas nama Cinta.

Kiranya rasa ini adalah sebuah dosa, mohon maafkanlah atas nama cinta sebagai suatu hal yang lumrah.

Aku tau, ini bukan pilihan yang dibenarkan. 

My God...., give our Your promise, please.