Jumat, 04 Januari 2013

Hidup Adalah Pilihan

Jakarta, 02 Januari 2013
Rabu 13:30

Suatu saat kalian 'kan mengerti, jika telah sampai pada titik dimana yang aku alami dan ada saat ini. Mungkin tidak untuk saat ini, tapi nanti.... jika Tuhan menghendaki.

Mungkin sikapku yang terlalu menutup diri, ingin dipahami tanpa pernah bercerita. Tapi bukankah, sikap yang ditampilkan secara sadar atau tidak, itu lebih bisa bercerita dari pada cerita itu sendiri.

Lalu, mengapa rasa takut akan kesendirian menyerangku saat ini. Bukankah, kelak mati pun aku sendiri??? lalu untuk apa takut?, toh mati pun aku sendiri. . . .

Ini hidupku, dan hidup adalah sebuah pilihan. Akulah yang berhak memilihnya. Dunia dengan segala kemilaunya memang cukup membuat orang terlena, namun jangan sampai terpedaya. Karena dunia ini adalah fana, suatu saat semuanya kan musnah, kecuali Engkau.

"Hidupmu adalah milikmu, kamu sendiri yang menentukan baik buruknya, dan kamulah yang memimpin dirimu sendiri, bukan orang lain".

Ternyata harga untuk sebuah istiqamah (apalagi dalam kebaikan) itu sangat sangat mahal harganya.


Kadang Allah menyisipkan bahagia diantara duka,
agar kita tahu bahwa ada hikmah dibalik tetes air mata.
Dalam harap Allah menyelipkan resah,
agar kita sadar untuk mengiringi doa dengan segenap pasrah.
Dalam juang pun Allah menyisipkan lelah,
agar kita ingat betapa mahalnya harga istiqamah.
"Tiada Allah ciptakan sesuatu dengan sia-sia..."
maka, syukurilah segala rasa yang ada
agar hidup lebih bermakna. . . . 


 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar