Jakarta, 11 Mei 2013
My Bed Room, at 22: 13 PM
Dalam perenungan di sepertiga malamku
Terasa bulir-bulir basah dipipiku
Saat kupanjatkan doa penuh harapan
Berserah diri kepada-Mu Ya Allah
Saat itu ...,
Saat ujian ini Kau pilihkan untukku
terasing aku dalam ramai
Terasing aku dalam canda
Masa indahku terhapus oleh luka
Saat aku terdiam
Mencoba mencari sebutir mutiara indah
Dalam luasnya samudra kesedihan
menusuk setiap relung jiwa
Namun, saat aku tengah lupa
Aku berteriak dan meronta
Kubertanya
Dimana letak keadilan-Mu?
Dimanakah adanya?
Saat tubuhku terkapar tak berdaya
Emosi serasa ingin meledak
Tak kuasa aku membendung airmataku
Kudengar bisikan senandung zikir
Begitu menentramkan jiwa
Dari bibir yang basah memuja-Mu
Ayah ....
Ayah yang sangat kusayang
Begitu tabahnya engkau menerima keadaanku
Menenangkan kepedihanku
Walau aku tahu
Rasa sakit itu pun hinggap padamu
Hingga secerca cahaya itu hadir
Di tengah gelapnya keberserahan
Saat aku mulai rela dan bisa
Menerima Ujian-Mu menjadi sahabat baru bagiku
Kulihat senyum itu
Senyum yang indah
Dibalik rasa sakit yang tertahan
Saat aku harus bangkit melawan kepedihan ini
Bundaku, Doamu menguatkanku
Doamu membuatku bertahan
Ayah, kau pelita hatiku
Kau tunjukkan bagiku dimana letak keadilan itu
Bahwa rasa sakit ini adalah bagian anugrah
Yang harus disyukuri
Dan membuat diri ini semakin dekat dengan Sang Khalik
Kini,
Kutemukan mutiara terindah itu
Karena sesungguhnya
Kaulah mutiara terindah pilihan Allah untukku
Ayah, Ibu.
Cinta tiada tara dariku,
Buah hatimu.
By : Khaira Sahl
:)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar