Jakarta, 06 Juli 2013 (10:00 AM)
Sebelum harapan semu ini membunuhku, terlebih dahulu aku yang akan membunuhnya. karena aku teramat tahu, sesal tak pernah datang di awal.
Entah, rasa yang "aneh" itu apa namanya, aku yang tak mengerti atau memang tak terlalu penting untuk di mengerti. Aaaaaaarrrrgh... lagi-lagi dia berhasil membuat kacau ruang imajinasiku.
Meski aku tahu
Asaku ini terlalu tinggi
Jangan salahkan rasa ini
Ia memang hadir tanpa kuhendaki
Berharap, kelak ia pun 'kan berlalu seiring waktu
Maaf... mungkin hadirku mengganggumu....
Kadang aku rindu
Pada satu masa yang telah berlalu
Kerinduanku mengubah semua rasa
Menjadi sebuah larik dalam puisi tiada bermelodi
Demi setitik syahdu di ruang rindu
Titipkan salam rinduku
Pada dia yang tak pernah kutahu
Pada dia yang hadirnya hanya DIA Yang Tahu
Pada-Mu Sang Penggenggam Hati
Pada-Mu Sang Pemilik Rindu . . . .
Tidak ada komentar:
Posting Komentar