SALAH
SATU KISAH YUSUF MANSUR - Menjelang tahun 2000, saya mendatangi kawan
yang tinggal di Bogor. Sekitar 14 jam perjalanan bolak-balik dari
Ketapang ke Bogor dan dari Bogor ke Ketapang. Saat itu tidak ada
kendaraan pribadi. Niat saya hanya satu, mau pinjam uang dengan kawan
saya ini sebesar Rp 30 juta. Sesampainya di sana, Allah mengajarkan saya
melalui pemandangan yang sedang saya lihat. Toko yang sekaligus jadi
rumah kawan saya ini sedang dalam proses sita. Saya yang datang ingin
meminjam, menjadi tertegun.
Ternyata dia mendapat masalah. Saya
yang dalam keadaan serbasalah, sempat ditanya olehnya. “Makasih ya Suf,
mau datang. Yah, beginilah hidup. Ngomong-ngomong, ada perlu apa nih?”
ujarnya.
Saya jawab sambil berusaha senyum. “He he, mau pinjam
tadinya ...” kata saya. Spontan, dia pun langsung bertanya, “Berapa?”
kata dia. Dan saya pun langsung menjawab ingin meminjam sebesar Rp 30
juta. Mendengar jawaban saya, dia pun langsung
tertawa seraya berkata, “Sama Suf. Saya juga butuh segitu,” jawabnya.
Pelajaran yang berharga buat saya. Jika mendatangi orang, ya kayak gitu
deh. Bisa membantu pun belum tentu sesungguhnya bisa membantu. Hanya
Allah semata yang kalau kita datangi, Dia yang tak punya masalah, Dia
nggak punya beban, Dia nggak punya kesulitan, dan Dia selalu menerima
tanpa bosan, tanpa menggerutu, tanpa mengeluh ketika seringnya kita
datang.
Hanya Dia, yang jika Dia menyapa kita dengan ujian
dari-Nya, lalu Dia ingin mendengar rintihan kita. Allah ingin mendengar
doa kita. Rintihan dan doa dari seorang yang mengetahui bahwa dirinya
tidak mampu dan tidak ada yang bisa menolong kecuali Dia.
Rintihan dan doa yang datang dari seorang hamba yang mengetahui bahwa
Dia pasti bisa membantu dan tidak ada Tuhan yang disandarkan lagi
seluruh persoalan kecuali kepada-Nya.
Pengalaman berharga
menjelang tahun 2000 itu, membuat saya berpikir sesal namun senang.
Mengapa saya datang jauh-jauh kepada manusia? Tapi saya tidak menyesal.
Saya jadi tahu, memang saya salah datang. Saya datang kepada manusia
yang pastinya sama-sama punya masalah, punya kebutuhan dan keperluan.
Alhamdulillah, Allah yang Maha memberi hikmah. Sejak saat itu saya
memosisikan diri seperti orang yang sedang terkena badai di tengah
lautan, langsung memanggil dan memohon kepada Allah, dan hanya Allah.
Sebab, memang tiada yang lain.
Untuk itu, wahai saudaraku,
segeralah temui Allah. Allah ada di masjid, segeralah ke masjid, shalat
berjamaah tepat waktu. Kembali lagi baca Alquran, keluarkan sedekah di
saat sulit atau sedang lapang, dan cintai ibadah-ibadah sunah. Terima
seluruh kesulitan dan kesusahan dengan penuh keikhlasan dan ridha
(mengharap) hanya kepada-Nya. Wallahu a’lam . . . .
Sumber: Yusuf Mansur Network
Pelajaran yang berharga buat saya. Jika mendatangi orang, ya kayak gitu deh. Bisa membantu pun belum tentu sesungguhnya bisa membantu. Hanya Allah semata yang kalau kita datangi, Dia yang tak punya masalah, Dia nggak punya beban, Dia nggak punya kesulitan, dan Dia selalu menerima tanpa bosan, tanpa menggerutu, tanpa mengeluh ketika seringnya kita datang.
Hanya Dia, yang jika Dia menyapa kita dengan ujian dari-Nya, lalu Dia ingin mendengar rintihan kita. Allah ingin mendengar doa kita. Rintihan dan doa dari seorang yang mengetahui bahwa dirinya tidak mampu dan tidak ada yang bisa menolong kecuali Dia.
Rintihan dan doa yang datang dari seorang hamba yang mengetahui bahwa Dia pasti bisa membantu dan tidak ada Tuhan yang disandarkan lagi seluruh persoalan kecuali kepada-Nya.
Pengalaman berharga menjelang tahun 2000 itu, membuat saya berpikir sesal namun senang. Mengapa saya datang jauh-jauh kepada manusia? Tapi saya tidak menyesal. Saya jadi tahu, memang saya salah datang. Saya datang kepada manusia yang pastinya sama-sama punya masalah, punya kebutuhan dan keperluan.
Alhamdulillah, Allah yang Maha memberi hikmah. Sejak saat itu saya memosisikan diri seperti orang yang sedang terkena badai di tengah lautan, langsung memanggil dan memohon kepada Allah, dan hanya Allah. Sebab, memang tiada yang lain.
Untuk itu, wahai saudaraku, segeralah temui Allah. Allah ada di masjid, segeralah ke masjid, shalat berjamaah tepat waktu. Kembali lagi baca Alquran, keluarkan sedekah di saat sulit atau sedang lapang, dan cintai ibadah-ibadah sunah. Terima seluruh kesulitan dan kesusahan dengan penuh keikhlasan dan ridha (mengharap) hanya kepada-Nya. Wallahu a’lam . . . .
Tidak ada komentar:
Posting Komentar