Kala malam menyapa
Kutebarkan serpihan hati yang berserakan
Kedalam coretan tinta
Meski tiada indah ...,
Tapi itulah tempat yang abadi
yang tak pernah berdusta
Menyimpan semua cerita
Tentang cinta yang tak sampai
Maafkanlah aku . . . .
Karena . . . .
Sendiriku bukannya tak mau
Bukan pula yang kumau
Sendiriku bukannya sepi
Tapi, itulah yang terindah dalam imajinasi
Segenggam cinta
yang tak pernah tersampaikan
Sebongkah rindu
yang tak pernah terselesaikan
Aku mencintai imajinasi
Tempat kemana aku lari
Saat tak ada lagi tempat yang aku singgahi
Saat harapan tak pernah mati
Saat kebahagiaan mungkin abadi
Saat cinta bisa sejati . . . .
Tidak ada komentar:
Posting Komentar