Jakarta, 10/11/12 19:18 WIB
Aku bukan penyair yang pandai merangkai kata yang puitis,
karena aku bukan puitisi.
Hanya sekedar menyalurkan apa yang tak sampai untuk diucapkan.karena aku bukan puitisi.
Masih saja ada harapan ini untukmu
Entahlah...,
Rasa ini seolah menghentikan waktu yang berdetak
Terbuai aku dalam angan semu
Padahal ku tahu
Mungkin rasa itu tiada lagi untukku
Mungkin caraku yang terlalu naif
Diam seribu bahasa, berharap kau mengerti
Namun fakta tak berbicara demikian
dan aku terlambat untuk memahaminya
"Maafkan aku..."
tapi kau bilang "semua ini bukan salahmu, dan tak ada yang perlu dimaafkan"
tapi keadaan tak semakin baik
Diam masih mendominasi
Antara aku dan dirimu
Serasa jauh sekali
Padahal, kami dalam satu tempat yang sama
Kembali ku besarkan hati untuk meminta maaf padamu
tapi kau bilang "Kalaupun kau bersalah, sudah kumaafkan sebelum kau meminta maaf padaku"
Gerimis hatiku mendengar jawabanmu
Namun sampai saat ini maaf dariku tak mengubah sikapmu
Jawabanmu pun semakin membuat jarak untukku dan dirimu
Mengapa harus seperti ini???
Walau maaf telah kau berikan
tapi aku terbelenggu oleh maafmu
Mungkin caraku yang salah
Diamku seperti belati yang menciptakan luka dihati
Sekali lagi, "Maafkanlah aku..."
Kumengerti...
Tak semudah membalikkan telapak tangan
Untuk sekedar meleburkan kenangan
dan membuangnya dari angan
Tenanglah, biar semua indah pada waktu yang telah ditentukan....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar