Saat kita merasa tak kuat lagi menahan beban masalah.
Bara semangat di hati hampir padam.
Kita merasa lemah, lunglai dan lelah menyusuri liku-liku kehidupan
yang seolah tak berujung, tanpa ada kepastian.
Kita berada di titik kritis dan berharap seseorang akan menarik kita dari keterpurukan.
Tetapi… hanya kekecewaan yang kita telan untuk kesekian kalinya.
Kita tetap "sendiri" menggapai-gapai "kesepian" di tengah keramaian.
Namun di balik puncak kegentingan, di kala kita merasa sangat tak berdaya dihempas topan.
Biasanya kepasrahan total atau ketergantungan tulus lahir dan diberikan hanya kepada Allah.
Pada saat itu pula kita benar-benar merasakan cinta sejati,
yakni satu cinta kasih murni yang berasal dari Allah,
Penguasa langit, bumi beserta segala isinya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar