Jakarta, 15 Maret 2012 22:20 WIB
Jika kamu tak bisa untuk tetap tersenyum, jangan
paksakan dirimu!, anggaplah ujian ini adalah rahmat yang hadir dalam
rasa yang kurang manis, suatu rasa yang kurang kau suka rasanya.
Sedih??? jika kau merasa tak kan kuat membendung airmatamu, dan kau
merasa lebih baik jika kau luapkan segala rasa dengan menangis,
menangislah!
Namun jika tidak, usaplah airmatamu! Berhentilah
menangis! Kumpulkan semua kekuatan yang ada dalam dirimu dan bangkitlah!
Katakanlah pada rahmat yang tidak kau sukai rasanya itu kalau airmatamu
terlalu berharga untuk semua ini. "Jauh dibatas sana bayangan sosok diriku berkata seperti itu"
Tersenyumlah! karena sesuatu yang jauh lebih indah telah menantimu.
Aku
percaya, teramat kupercaya bahwa semuanya tidak ada yang sia-sia, semua
pasti ada hikmahnya. Ya Allah..., jadikan hambamu ini hamba yang ikhlas dalam
menjalani semua ini, seikhlas aku merasakan kebahagian dari-Mu. Bantu
aku untuk tetap bisa tersenyum (setidaknya tidak menangis), saat aku
tahu kenyataan ini begitu pahit. Bantu aku untuk tetap bisa berdiri
tegar, saat tulang belulang ini tak mampu memapah tubuhku. saat nestapa
menghimpit kehidupanku. Bantu aku untuk tetap berlari, meski tertatih.
Bantu aku untuk menyusun kembali puzzle kehidupan yang berserakan....
Kau
pasti melihat setiap tetes airmataku yang berjatuhan, sesaat tak
sengaja menceritakan rahmat yang hadir dalam rasa yang tidak disuka.
Dimana setiap tetesnya mengandung arti akan nestapa yang tengah
membelenggu, telah lama ku coba untuk tetap tegar, mencoba tuk'
tersenyum meski hati ini menangis. Namun ternyata..., aku tak setegar itu.
Inginnya
ku tak ingin menangis walau apapun yang terjadi, inginnya tetap bisa
tersenyum. Ternyata batu karang tak selamannya kokoh berdiri tegar saat
ombak datang menghadang....
Tidakkah kau iba melihat kekasih kecilmu ini sakit
Tolong hapus airmata ini!
Hapus bersamaan dengan rasa sakit yang ada
Jika sakitku ini adalah sebuah penebus untuk suatu kemuliaan
atau penawar atas segala dosaku
Maka bantu aku untuk ikhlas menjalaninya
Satukan aku dalam barisan orang-orang yang sabar
Sesabar insan pilihan-Mu, Ayub AS.
Lihatlah airmataku
Berderai penuh kesedihan
Sekuat tenaga, kucoba tuk' menghentikannya
Tuhan... tolong bantu aku hapuskan airmataku
Karena hanya Engkau Yang Kuasa
Menghapuskan setiap tetes airmata
Jika boleh aku meminta
Kelak. . . .
Ubahlah butiran airmata ini menjadi butiran mutiara kebahagiaan.
amiin. . . .
NP : Catatan Khaira
Tidak ada komentar:
Posting Komentar