Kamis, 20 Maret 2014

Surat Kecilku Untuk-MU

Kamis, 20 Maret 2013    (23:45)

Kata ayah aku harus sabar, "di sekolah ada ujian kan sebagai penentu kenaikan kelas?", kujawab, "ya, ayah". "Begitu dengan hidup, Allah hadirkan ujian untuk mengantarmu naik ke kelas yang lebih tinggi. Sakit yang kamu alami memang tidak enak, pasti tak nyaman, tapi yakinlah kamu bisa melewati, Allah tak mungkin berpangku tangan melihat kekasih kecilnya kesakitan. Setiap penyakit pasti ada obatnya, PASTI". Seraya ayah memelukku dengan erat dan aku tak mampu untuk membendung airmataku, airmataku tumpah, kuharap kesedihan ku turut hilang seiring keluarnya airmataku. 

Ayah adalah motivator terhebat yang aku punya, dia ada disaat yang tepat. Hari ini kulihat ia menangis lagi. Maafkan aku ayah.

Andai aku bisa memilih takdir yang kan terjadi padaku, aku tak kan memilih peristiwa ini terjadi padaku, rasanya terlalu pahit. Tapi tak ada pilihan, Allah memilihku, entah apa maksud dan tujuannya. Kadang aku merasa jenuh dengan semua ini. Aku lelah, terus menerka-nerka ending dari alur skenario-Mu.

Si kupu-kupu itu hinggap kembali, tak seperti kupu-kupu pada umumnya, yang elok dan rupawan. Ia hadir merusak sebagian yang indah dari diriku. Aku tak pernah meminta semua ini terjadi, tapi nyatanya aku mengalami.

Allah..., tidakkah Kau iba melihat keadaanku. Mengapa belum juga Kau pertemukan aku dengan obat kesembuhanku? harus berapa lama lagi? kadang bosan, lelah, penat menggerogoti semangatku. Astaghfirullah.....

Ku tuliskan semua kata-kata
yang kulahirkan dari hatiku
yang menjerit tanpa suara
menangispun tanpa airmata

cinta semua kuatkan aku
walau harapanku mungkin kandas
walau rambutku tak kan kembali
biarkan aku tetap disini

Surat kecilku untuk Tuhan
surat teakhir dalam hidupku 
agar semua membaca dan jadi paham
betapa indahnya cobaanku

kutulis semua harapanku
biar hanya aku yang mengalami
nafas terakhirku menjadi saksi
surat kecilku untuk Tuhan.... 


Kamis, 12 Desember 2013

Happiness Fix You

Rabu, 11 Desember 2013 (19:43)

Sungguh aku tak kuasa melawan ketetapan-Mu Tuhan
Terkadang kumerasa cobaan ini terlalu berat untuk kuhadapi seorang diri
Oh Tuhan ikhlas kuterima semua cobaan yang ada
tetapi izinkanlah aku hidup mencintai dan dicintai
Oh Tuhan ampunilah aku, sembuhkanlah aku dari sakitku
Semoga Kau kabulkan doaku Ya Allah
Terkadang. . . , saat aku tengah berada dititik nadir kehidupanku
Seolah tiada rasa manis untuk kukecap
Sungguh aku mengeluh dengan semua ini bukan karena lemahnya imanku
Tapi kadang rasa itu menyeruak masuk dalam diriku
Ada rasa yang teramat lelah
Hingga aku mengadu pada-Mu bahwa aku lelah dengan semua ini
Kembali kepada-Mu adalah permohonan terbaikku untukmu
Kadang kematian lebih kuinginkan daripada hidup tak ada kenyamanan dihati
Aku benci dengan semua ini
Aku lelah . . . ,
Izikan aku bersandar sejenak saja dibahu-Mu
Sedikitpun jangan biarkan aku lengah
Tuhan tolong peluk erat daku, agar aku tak salah melangkah . . . .


Rabu, 18 September 2013

Munajat Cinta Bertasbih

Aku bukan ahli surga
yang mampu mencipta bait-bait aksara yang bernuansa agama.

Bukan pula seorang pujangga
yang bisa merajah kata seindah sang penyair telaga sastra.
 
Aku juga bukan ahli santri
yang pandai mengalunkan nada dawai-dawai aksara beraroma surgawi.
 
atau seorang pelukis yang mampu menyulam pelangi dengan kata indah yang ber’untai.
 
Disini, namun hati berharap akan munajad cinta bertasbih
yang tlah ku kupetik dari nada alunan rasa.

setitik rindu yang tlah tersemat dari palung qalbu
teriring lantunan sanjungan do’a d’oa.
Adalah yang slalu merindukanmu
meski tanpa terbait kata indah yang terukir di nawala cinta.
meski tanpa senandung yang mengalun syahdu
dari ubun-ubun menggema terdengar diseluruh dunìa.
 
Namun tlah ku lafazkan cintamu bersama hembusan nafasku
agar engkau mampu menyentuh letihku.
dan engkau bisa menatap dalam menyentuh jasadku.

Minggu, 18 Agustus 2013

Istikharah Cinta



Kamis, 14 Agustus 2013 (21:32)
Terima kasih Cinta
Hadirmu dihidupku Semakin menyemarakan taman dihatiku 
Tersadar aku dari kemabukan
Terbangun dari mimpi indah yang semu
Bukan Allah yang menjauhkan dia darimu
Karena disudut lain kehidupanmu
Ada seseorang yang berdoa dalam istikharahnya
Memohon segala kebaikanmu untuknya
Beralas doa, Beratap zikir dan tasbih
Kusemat sebuah pinta pada-Nya
Kiranya hadirmu tiada menyesatkan rasaku
Meski hadirmu kupendam rapat-rapat dalam diamku
Namun menjadi motivasi bagiku untuk menjadi lebih baik lagi
Terlebih dalam meraih cinta-Nya …,
Bukan dia yang elok parasnya
Bukan dia yang tampan rupawan
Bukan pula dia yang seorang jutawan
Tapi, dia yang mampu menuntunku
Menyempurnakan separuh keimanan
Tidak semata Allah menjauhkan
Melainkan . . . ,
Allah Maha Tahu apa yang terbaik bagi hambanya….

Sabtu, 13 Juli 2013

Rindu

Memilah sebutir debu di luasnya samudera
Bisakah aku...???
Kadang bimbang datang mengahadang

Kian redup tergores Sang mentari
Asa-ku hanya tinggal kepingan
Masihkah mungkin...???

Kutengadahkan tangan ke langit
Bumbungkan asa yang kian meredup
Tak apalah, semoga ini yang terbaik...

Aku hanya bisa sampai disitu
Meski kutahu
Hamparan kemungkinan terbentang luas
Jalan-ku masih panjang
Aku takut lupa...???

Rindu . . . .
Tapi apa dayaku
Rindu tinggal sendu
Kelak, ia akan berlalu seiring berjalannya waktu
Tak mau terpenjara oleh kepungan rindu
Karena kutahu semua hanya akan menjadi cerita di masa yang lalu

Kemanakah harus kucari kepingan rindu itu
Haruskah aku terlena
Terus merindumu tanpa melangkah

Bara rindu ini kian panas
Biarkan ia mengalir
Tak perlu diburu

Angin terus berlalu
Kucoba untuk memandang cahaya di ufuk sana
Aku terharu
Tersipu
Bias rupamu hadir memandangku
Maafkan aku . . . .

Nafas didadaku kian sesak
Mengingat masa kisaran empat tahun silam
Luka ini hampir sembuh
Namun kisah yang lalu hadir
Membuatnya kembali menganga dan berdarah
Perih . . . .
Ada rasa yang teramat pedih

Aku rasakan pedih yang menggumpal di jiwaku
Menyeruak menyesakkan dada.
Rasa itu, kini kembali menghujam
Teramat dalam tanpa adanya belati yang menggores
Tiba-tiba hadir dengan sendirinya

Kutuju ruang tersembunyi
Jauh dari laman rindu yang bersemi
Meski kian menghujam
Aku harus keluar dan meneguk kesejukan
Akankah kesejukkan kan datang???


*Catatan Khaira
Minggu, 14 Juli 2013
03:35 AM

Jumat, 05 Juli 2013

Bias Asa

Jakarta, 06 Juli 2013 (10:00 AM)

Sebelum harapan semu ini membunuhku, terlebih dahulu aku yang akan membunuhnya. karena aku teramat tahu, sesal tak pernah datang di awal. 

Entah, rasa yang "aneh" itu apa namanya, aku yang tak mengerti atau memang tak terlalu penting untuk di mengerti. Aaaaaaarrrrgh... lagi-lagi dia berhasil membuat kacau ruang imajinasiku.

Meski aku tahu
Asaku ini terlalu tinggi
Jangan salahkan rasa ini
Ia memang hadir tanpa kuhendaki

Berharap, kelak ia pun 'kan berlalu seiring waktu
Maaf... mungkin hadirku mengganggumu....

Kadang aku rindu
Pada satu masa yang telah berlalu
Kerinduanku mengubah semua rasa 
Menjadi sebuah larik dalam puisi tiada bermelodi
Demi setitik syahdu di ruang rindu

Titipkan salam rinduku
Pada dia yang tak pernah kutahu
Pada dia yang hadirnya hanya DIA Yang Tahu
Pada-Mu Sang Penggenggam Hati
Pada-Mu Sang Pemilik Rindu . . . . 

Selasa, 18 Juni 2013

Semangat!!!

Teringat aku tentang kata yang pernah diucapkan oleh seorang dosenku, dia bilang bahwa "ketahuilah.., Mendung diciptakan bukan hanya untuk membuat langit menjadi gelap, tetapi mendung hadir untuk memberi kabar gembira akan ada sejuknya air hujan yang akan turun....."

Hampir punya makna yang mirip dengan apa yang dikata R.A Kartini "Habis gelap terbitlah terang".

Setiap apapun di dunia ini semuanya butuh proses, meski semua kisah dalam hidup ini tak selalu berwarna seindah pelangi, tapi yang kutahu permata yang warnanya hitam legam pun jauh lebih mahal harganya buan???.

Bukan dilihat dari hasil akhirnya, tapi lihatlah bagaimana dan seperti apa semua proses itu berlangsung. Lakukan dengan keikhlasan dihati dan berupayalah sebaik yang bisa dilakukan. Insya Allah, Allah akan membukakan jalan kemudahan untuk hambanya yang mau berusaha. Tak mungkin Ia membiarkan hambanya kesukaran tanpa pertolongan. Percayalah! bahwa Janji-Nya tak pernah dusta.

Akan ada pelangi yang memberikan banyak warna indah setelah awan mendung yang begitu gulita. Sama halnya, akan selalu ada harapan. Akan selalu ada cahaya...

Semangat Kawan!!!
Harimu indah :)

Ciputat, 18 Juni 2013
Selasa 15:23 PM