PART TWO - HARI RASA NANO-NANO
Sabtu, 06 April 2013 (22:34 PM)
Rasanya jatah tidur malamku semakin berkurang saja, huuuuft.... hanya 3 jam, engga lebih. Langsung bergegas menuju sekolah, eyaaaaah..., aku yang katanya cuti, tapi dipanggil untuk masuk kembali. Oke, never mind. Kucoba menyelesaikan dengan keikhlasn dihati, seperti logo DEPAG "Ikhlas Beramal". :D
Rindunya aku dengan ruangan ini, buka laptop, segera input data nilai. Lagi asik-asik, Komandan Pramuka datang, debat argumen di ruangan, dimana ada aku yang butuh konsentrasi penuh saat itu. haduuuuuuuhh, Please deh.
Honor kembali turun, setelah dua bulan engga terima honor karena cuti, dan engga pernah tau berapa nominal sebenarnya yang aku terima dari sekolah ini tiap bulannya, aaaargh sudahlah, yang pasti, engga harus pusing saat pemabayaran semester tiba, uang sudah ada. :D
Alhamdulillah Allah memberiku potensi yang luar biasa + kesempatan, yang mungkin belum tentu semua orang dapatkan. Sejak duduk di kelas XI Madrasah Aliyah, aku sudah bergabung di sekolah sebagai staff (bahasa kerennya begitu, bahasa kasarnya yaa semacam jutik "juru ketik" atau kurir, hhhahaa"....). Banyak yang bilang aku dewasa sebelum waktunya, dewasa pemikirannya melebihi usianya, itu bukan aku yang menilai, tapi mayoritas guru-guru di MAN saat aku sekolah dulu. Memang diantara semua murid, usiaku terbilang cukup muda, usia-usia sepantaran aku, mereka semuanya adalah adik kelasku, bahwa banyak adik kelasku yang usianya jauh lebih "senior" dari aku. Guru-guru kerap memanggilku dan mengajak bicara mengenai psikologisku yang harus menyatu dengan mereka yang bukan seumuran, sering sekali. Aku hanya tersenyum, terkadang komentar "ga Bu, biasa aja, aku baik-baik aja ko'... hhe"..., tapi terkadang mereka sendiri yang menjawab, "waaah, malah lebih baik dia daripada mereka, lihat semangat belajarnya! ga banyak gaya, ga macem-macem, rajin, bla..blaa..blaa". Mereka terkadang berlebihan memuji dan membanding-bandingkan aku, tapi ya sudahlah, inilah aku apa adanya. :)
Honor kembali turun, setelah dua bulan engga terima honor karena cuti, dan engga pernah tau berapa nominal sebenarnya yang aku terima dari sekolah ini tiap bulannya, aaaargh sudahlah, yang pasti, engga harus pusing saat pemabayaran semester tiba, uang sudah ada. :D
Alhamdulillah Allah memberiku potensi yang luar biasa + kesempatan, yang mungkin belum tentu semua orang dapatkan. Sejak duduk di kelas XI Madrasah Aliyah, aku sudah bergabung di sekolah sebagai staff (bahasa kerennya begitu, bahasa kasarnya yaa semacam jutik "juru ketik" atau kurir, hhhahaa"....). Banyak yang bilang aku dewasa sebelum waktunya, dewasa pemikirannya melebihi usianya, itu bukan aku yang menilai, tapi mayoritas guru-guru di MAN saat aku sekolah dulu. Memang diantara semua murid, usiaku terbilang cukup muda, usia-usia sepantaran aku, mereka semuanya adalah adik kelasku, bahwa banyak adik kelasku yang usianya jauh lebih "senior" dari aku. Guru-guru kerap memanggilku dan mengajak bicara mengenai psikologisku yang harus menyatu dengan mereka yang bukan seumuran, sering sekali. Aku hanya tersenyum, terkadang komentar "ga Bu, biasa aja, aku baik-baik aja ko'... hhe"..., tapi terkadang mereka sendiri yang menjawab, "waaah, malah lebih baik dia daripada mereka, lihat semangat belajarnya! ga banyak gaya, ga macem-macem, rajin, bla..blaa..blaa". Mereka terkadang berlebihan memuji dan membanding-bandingkan aku, tapi ya sudahlah, inilah aku apa adanya. :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar