Sekilas Penjelasan Penyakit Lupus
Lupus adalah sebutan umum dari suatu kelainan yang disebut sebagai Lupus Erythematosus.
Dalam istilah sederhana, seseorang dapat dikatakan menderita penyakit Lupus Erythematosus saat tubuhnya menjadi alergi pada dirinya sendiri. Lupus adalah istilah dari bahasa Latin yang berarti Serigala.
Hal ini disebabkan penderita penyakit
ini pada umumnya memiliki butterfly rash atau ruam merah berbentuk
kupu-kupu di pipi yang serupa di pipi Serigala, tetapi berwarna putih.
Penyakit ini dalam ilmu kedokteran disebut Systemic Lupus Erythematosus (SLE),
yaitu ketika penyakit ini sudah menyerang seluruh tubuh atau sistem
internal manusia. Dalam ilmu imunologi atau kekebalan tubuh, penyakit
ini adalah kebalikan dari kanker atau HIV/AIDS. Pada Lupus, tubuh
menjadi overacting (terlalu) terhadap rangsangan dari sesuatu yang asing
dan membuat terlalu banyak antibodi atau semacam protein yang malah
ditujukan untuk melawan jaringan tubuh sendiri. Dengan demikian, Lupus
disebut sebagai autoimmune disease (penyakit dengan kekebalan tubuh
berlebihan).
Dr. Rahmat Gunadi dari Fak. Kedokteran
UNPAD/RSHS menjelaskan, penyakit lupus adalah penyakit sistem imunitas
di mana jaringan dalam tubuh dianggap benda asing. Reaksi sistem
imunitas bisa mengenai berbagai sistem organ tubuh seperti jaringan
kulit, otot, tulang, ginjal, sistem saraf, sistem kardiovaskuler,
paru-paru, lapisan pada paru-paru, hati, sistem pencernaan, mata, otak,
maupun pembuluh darah dan sel-sel darah.
Lupus adalah penyakit peradangan kronis
yang dapat mengenai kulit, sendi, ginjal, paru, susunan saraf dan alat
tubuh lainnya. Gejala tersering adalah bercak kulit, artritis (radang
sendi) sering disertai lemah badan dan demam. Perjalanan penyakit Lupus
beragam dari ringan sampai berat berselang seling kambuh dan baik. Lupus
terutama diderita oleh wanita terutama pada masa subur (wanita 10 kali
lebih sering daripada pria).
Jenis Penyakit Lupus
- Cutaneus Lupus : Seringkali disebut discoid yang mempengaruhi kulit.
- Systemic Lupus Erythematosus (SLE) yang menyerang organ tubuh seperti kulit, persendian, paru-paru, darah, pembuluh darah, jantung, ginjal, hati, otak, dan syaraf.
- Drug Induced Lupus (DIL), timbul karena menggunakan obat-obatan tertentu. Setelah pemakaian dihentikan, umumnya gejala akan hilang.
Penyebab Penyakit Lupus
Ada beberapa faktor seseorang yang menyebabkan terkena penyakit lupus diantaranya :
- Genetika >> penyakit ini dipengaruhi oleh faktor genetik dimana lupus bisa ditularkan dari orang tua kepada anaknya, kehamilan pada wanita yang menderita lupus dianggap beresiko tinggi sehingga anak yang dilahirkannya dapat terkena lupus, tetapi sebagian besar melahirkan bayinya dengan sehat dan normal, wanita hamil dengan lupus harus sering memeriksakan diri ke dokter ( konseling dan perencanaan sangat penting). Wanita lupus tang tidak ingin hamil atau sedang mengkonsumsi obat yang bisa membahayakan bayinya bisa menggunakan alat kontrasepsi, kontrasepsi oral aman bagi wanita yang menderita lupus.
- Lingkungan >> peneliti menyatakan bahwa faktor lingkungan sebagai pemicu lupus, faktor linghkungan ini termasuk paparan sinar ultraviolet, merokok, asap rokok, stress, racu seperti trichloroethyele dalam air sumur dan debu silika.
- Hormon dan Penyakit >> beberapa penelitian menemukan beberapa kolerasi antara peningkatan resiko lupus dan tingkat estrogen yang tinggi, ini salah satu penjelasan mengapa penyakit ini lebih sering menyerang wanita daripada pria , metabolisme estrogen yang abnormal dianggap sebagai faktor utama.
Gejala Penyakit Lupus
Gejala penyakit ini bervariasi tetapi ada beberapa gejala yang paling umum :
- Kulit yang mudah gosong akibat sinar matahari serta timbulnya gangguan pencernaan.
- Gejala umumnya penderita sering merasa lemah, kelelahan yang berlebihan, demam dan pegal-pegal. Gejala ini terutama didapatkan pada masa aktif, sedangkan pada masa remisi (nonaktif) menghilang.
- Pada kulit, akan muncul ruam merah yang membentang di kedua pipi, mirip kupu-kupu. Kadang disebut (butterfly rash). Namun ruam merah menyerupai cakram bisa muncul di kulit seluruh tubuh, menonjol dan kadang-kadang bersisik. Melihat banyaknya gejala penyakit ini, maka wanita yang sudah terserang dua atau lebih gejala saja, harus dicurigai mengidap Lupus.
- Anemia yang diakibatkan oleh sel-sel darah merah yang dihancurkan oleh penyakit LUPUS ini
- Rambut yang sering rontok dan rasa lelah yang berlebihan
- Nyeri atau bengkak pada sendi
- Nyeri otot
- Demam yang tidak diketahui penyebabnya
- Nyeri dada saat berafas (pleuritis)
- Rambut rontok
- Jari tangan pucat atau berwarna ungu
- Cepat lelah
- Kehilangan nafsu makan
- Kerusakan ginjal
- Gangguan pembekuan darah
- Sariawan
- Adanya luka disekitar hidung atau mulut
Pencegahan Penyakit Lupus
Biasanya odipus (orang hidup dengan lupus) akan menghindari hal-hal yang dapat membuat penyakitnya kambuh dengan :
- Menghindari stress
- Menjaga agar tidak langsung terkena sinar matahari
- mengurangi beban kerja yang berlebihan
- menghindari pemakaian obat tertentu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar