Jakarta, 01:23 WIB.
Sabtu, 16 September 2011
Bismillahirrahmanirrahiim. . . .
Bagi-Mu segala puji, Tuhan penguasa jagad raya, Pemilik Kasih Yang Sempurna. Izinkan aku berkisah.
Andai saja bisa kupilih sendiri nasib yang akan kujalani dikehidupanku? yaaah andai saja bisa, sungguh..., aku tak memilih semua ini terjadi dalam hidupku. Namun apa kenyataannya, ada perbedaan antara kehendakku dengan kehendak Tuhanku.
Bukan berarti aku tak bersyukur...
Tapi sejujurnya, kejadian ini sungguh membuatku ke titik nol dalam kehidupanku, kupikir ini akhir kehidupanku. Kesedihan menderaku setiap saat mengingat hal itu, saat terlalu banyaknya suara "sumbang" menilaiku sampai sebegitu menyayat hati dan menusuk masuk ketelingaku. Mereka yang jahat, tak berperasaan, atau hanya perasaanku semata yang terlalu sensitif dan mungkin belum siap dengan semua kejadian ini. yaaaah..., butuh waktu lama untukku beradaptasi dengan semua ini. lamban laun, mungkin bisa. . . .
Tuhan. . . , mengapa tidak Kau tulikan saja telingaku ini, agar suara "sumbang" mereka tak lagi bisa kudengar.
Tuhanku Yang Maha Baik, Pemilik Keputusan Terbaik.
Tidakkah Kau iba dengan apa yang kualami ini, Syafakillah. . . . Berilah aku kesembuhan dari sisi-Mu, kesembuhan yang tidak akan meninggalkan rasa sakit setelahnya.
Tuhanku Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
Ampunilah dosa-dosaku, terimalah segala amal ibadahku, maafkanlah mereka yang telah melontarkan kata "sumbang" untukku, bukakanlah mata hati mereka yang selalu melihatku dengan sebelah mata, mencemooh, menatapku dengan pandangan aneh, jijik, bahkan tak banyak ucapan mereka seakan merajam hatiku hingga remuk redam. Aku tidak marah dengan mereka, hanya sedikit sedih.
"Tuhanku Yang Maha Segalanya. Aku memang tak sempurna dimata para hamba-Mu. Tapi, ijinkan aku sempurna dihadapan-Mu." :)
Aku yakin, bahkan teramat sangat kuyakin bahwa janji-Mu adalah benar selalu. Setiap penyakit pasti ada obatnya, kecuali pikun dan kematian.
Ya Tuhanku kepada-Mu-lah segalanya bermuara.
Hanya kepada-Mu-lah tempat kumengadu, tempatku bersandar diri untuk mencurahkan isi hati, menyerahkan segala kegundahan dan kesedihan yang kerap menggelayut di hati. Bimbing aku agar selalu dalam jalan-Mu, Kumuarakan suara hatiku hanya kepada-Mu.
Kini kuubah pintaku pada-Mu. Tak kan lagi kuminta pada-Mu agar diringankan semua ini, tapi kali ini kumemohon, Kuatkanlah tulang punggungku ini agar aku dapat memikul segala ujian dan cobaan dari-Mu.
Dalam termangu aku masih menyebut Nama-Mu
Tuhanku, jadikanlah hamba-Mu ini hamba yang berjiwa tegar seperti Rasul-Mu, Muhammad SAW
Jadikanlah hamba-Mu ini hamba yang sabar, seperti Nabi Ayyub AS ketika diberi cobaan berupa penyakit.
Kukuhkanlah cintaku agar tetap terpatri pada-Mu selalu, seperti Rabi'ah al-Adawiyah.
Aku memang tak secantik Ratu Balqis
tapi bimbing aku agar sekuat Sarah, istri dari insan yang teguh Ibrahim AS.
Siapalah aku ini, manusia kerdil dihadapan-Mu.
Aku tak ubahnya sebutir pasir di padang pasir, yaah hanya sebutir pasir.
Aku tak ubahnya setetes air, diantara luasnya samudra-Mu.
Kuakui, aku memang tak sempurna seperti insan pilihan-Mu itu .
tapi, tak salah bukan?! kalau aku ingin mengambil teladan dari kisah-kisahnya dan mencontoh sifat-sifatnya.
:)
Salam Keikhlasan
Khaira Sahl
Tidak ada komentar:
Posting Komentar