Selasa, 30 April 2013

Jangan Tanya Mengapa

Jakarta, 30 April 2013
Selasa, 22:12 WIB


Bermula dari sebuah keterpaksaan, demi kepatuhan semata kepada kedua orang tua, tapi kini seiring berjalannya waktu, aku mengerti. Semua tidak lain adalah demi kebaikanku, demi kebaikan semuanya, tidak hanya demi aku, dan semuanya kini bermuara pada sebuah kesyukuran.

Semula menganggap, aku disini seperti orang yang tersesat di jalan yang benar. Jalannya benar, tapi entah kenapa - aku merasa tersesat berada di sini. Butuh waktu untuk semua itu. . . . .

Tak mudah untuk melepas sesuatu yang tadinya kugenggam dengan sangat erat, terlebih karena aku memperolehnya penuh dengan perjuangan total. Kulepaskan genggaman itu. Kucoba untuk melaluinya tanpa genggaman yang erat, hanya bermodalkan kepatuhan semata.

Aku benci setiap kali ada pertanyaan "kenapa/mengapa?" mendarat untukku, Tuhan aku bingung untuk menjawab semuanya. Aku tak tau jawaban pastinya, bahkan memang aku tak tau harus jawab apa. Tapi selalu kubilang, "cukup. Jangan tanya kenapa atau mengapa, ini sudah Jalan-Nya, Sang Sutradara telah menuliskankan aku untuk berperan seperti ini, dan aku sebagai Aktris mencoba untuk berperan sebaik mungkin sesuai tuntutan Skenario-Nya." :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar