Kamis, 29 Desember 2016

Rindu Kamu yang Dulu

Bukan seseorang yang sempurna, memang...
Tapi, disayangi terlebih lagi dimengerti adalah hak
Dan kewajibanmulah untuk menciptakannya.
Kuharap ini pilihan yang terbaik
Bukan pilihan yang salah
Namun, lambat laun seiring berjalannya waktu
Perubahan semakin terlihat jelas
Tak perlu sampai menua seperti katamu dahulu
Sekarangpun perubahan amat nyata kurasakan

Tak seperti kamu yang dulu
Seolah rindu masuk menyeruak relung kalbu
Rindu kamu yang dulu 😂

Ya Rabb bukalah mata hatinya
Agar Ia mampu menerimaku dan segala sifatku
Seperti aku yang mampu mencintanya tanpa syarat


Minggu, 16 November 2014

Sebuah Rasa yang Indah

Jakarta, 16 November 2014
Sunday, 02:13 am

Ternyata bukan mudah untuk mengawal semua rasa yang ada dan hadir secara tiba-tiba. Entah apa, aku bingung harus memulai darimana, ada banyak kisah, ada banyak cerita yang hadir dan semua terjadi begitu saja...., satu hal yang pasti, ada yang berubah dari biasanya, ada yang lain, dan harusnya aku bisa untuk tak begitu. Tapi..., saat rasa itu datang, entahlah aku tak bisa berlari darinya, malah mengikuti alurnya.

Ya Rabb...., aku tau semua Hukum-Mu telah jelas Kau goreskan dalam Surat Cinta-Mu, Al-Qur'an. Aku tau rasa ini sangat jelas bahwa jangankan terjadi, niat untuk hal itu terjadi pun tak diperbolehkan Oleh-Mu, sudah jelas. Jelas ini kesalahan fatal, yaaaah..., aku tau itu, aku faham itu, sungguh.

Aku tau sungguh bahwa jangankan menuruti rasa itu, niat untuk mendekatinya saja pun tak boleh. Rasa itu mengawalku untuk mengikuti alur gelombangnya. Aku bahagia sekarang, tapi seperti ada yang hilang. Aku tau aku salah dengan membiarkan rasa itu mengawalku, bukan tetap teguh untuk melawan semua rasa itu. Yaaaaah..., harusnya aku menjadi nahkoda yang tangguh agar kapalku tak karam diterjang apa pun juga, terlebih hanya karena kesenangan sesaat terlihat begitu melenakan.

 Ada ketakutan tersendiri. Aku takut Kau kembali menegurku karena kesalahan yang telah kupilih, aku tau ini sebuah kesalahan fatal yang jelas tak Kau sukai. Tapi...., fatamorgana cinta begitu indah menyilaukan mata. Aku memilihnya, diawali dengan harapan yang baik meski tidak pada kenyataannya. Cukuplah kiranya teguran-Mu empat tahun silam telah membuatku kehilangan sebagian yang indah dari diriku. Tapi aku tau, itu cara-Mu mencintaiku, mengujiku agar aku selalu dekat dengan-Mu, bukan kepada selain-Mu. aku fahami itu. 

Bolehkah aku sedikit bernegoisasi Pada-Mu Pemilik Cinta yang Agung, kiranya apa kurasa ini adalah sebuah dosa, mohon maafkan aku atas segala khilaf dan salahku, anggap ini sebagai suatu hal yang lumrah untuk kami yang sedang dimabuk cinta. Mohon maafkan kami atas nama Cinta.

Kiranya rasa ini adalah sebuah dosa, mohon maafkanlah atas nama cinta sebagai suatu hal yang lumrah.

Aku tau, ini bukan pilihan yang dibenarkan. 

My God...., give our Your promise, please.



Jumat, 29 Agustus 2014

c . i . n . t . a

Engkau Maha Mengetahui
Tak terkecuali hati yang tak jua luput dari Pengetahuan-Mu
Baik rasa yang melintas ataupun yang mengendap
dan semua itu adalah keagungan Takdir-Mu
Engkau tahu bahwa kini di hati ini …
…bunga-bunga cinta menggusarkan jiwaku

Aku jatuh cinta
pada makhluk yang telah Engkau jadikan indah dalam pandanganku
ku tak ingin rasa ini menutupi pandangan qolbuku dari Kekuasaan-Mu

Oh God … what can I do …
should I keep this love
to someone who has teased this heart
or should I disclose my heart

Duhai penunjuk jalan di kala hati tak tentu arah
Wahai cahaya terang di saat tiba kegelapan
Bentangkan jalan pancarkan cahaya pada mata dan ruang hatiku
Labuhkan perahu layar penuh ombak dan badai di dermaga Keridhoan-Mu

Kembali pada cinta …
Apakah ini hanya ada dalam hatiku saja
ataukah bunga cinta juga tumbuh di hatinya
Jangan-jangan aku hanya bertepuk sebelah tangan saja …  menyedihkan .....

Oh God … what can I do …
should I keep this love to someone who has teased this heart
or should I disclose my heart
I was in a confusion

Cinta oh cinta
Suatu waktu ketika aku memikirkanmu
Mengumpulkan data atas mereka yang bahagia dan terluka karenamu
Maka berdasarkan analisis hatiku aku menyimpulkan tentangmu

Engkau hanyalah perspektif waktu
dan aku tak ingin terjebak dalam relativitasmu
yang meenggelamkanku dalam hubungan linier semu
Karena adanya diferensiasi yang disembunyikan dalam hati

Probabilitas kebalikan sifatmu kadang tak terduga
Mampu memunculkan determinasi hatiku dan hati dia nantinya
ku tak ingin hal itu menggugurkan validitas cintaku
Karena hubungan yang positif dan signifikan adalah pengharapanku

Ya Allahu Yaa Rohmaan
Inni Audzubika Minal Hammi Wal Hazan
Ya Allahu Yaa Rohiim Irhamna
wa Inni asalukal qolbun salimun salaman

Aku mengerti bahwa rasa ini bukan sekedar lintasan
Karena bunga-bunga cinta hatiku telah menumbuhkan putik-putik rindu
Begitu susah rasa ini aku palingkan
Apalagi ketika malam datang, bayang hadirnya meramaikan kesendirian

Once again
Oh God … what can I do …
Should I keep this love to someone who has teased this heart
or should I disclose my heart

????????????
??
??????????????????????

Allah …
JIka suatu saat nanti telah terkumpul keberanian
Sampai tersingkaplah rasa cinta ini padanya
Kumohon … Arahkanlah hatinya untuk menerimanya
Hingga indahnya bunga cinta mekar dengan sempurna

Namun jika dia menolaknya
Lewat angin … afirmasikanlah bahwa dia tak layak untukku
dan Engkau telah menyiapkan bidadara terbaik untuk diriku
yang akan engkau turunkan diantara bintang dan rembulan

Dan andai nanti dia menerimanya maka vibrasikanlah penerimaan itu terhadap keluarganya
Karena aku tak ingin cinta yang tak direstui
yang akan memberikan peluang bagi setan untuk membisikkan hal yang tak diinginkan
astaghfirullahal ‘adzim

Allah … sungguh tak ada yang tahu Kehendak-Mu
Bisa jadi Kau hembuskan cinta di hatiku dan dihatinya
Namun tidak bagi wali yang mewakili dirinya
Jika itu terjadi … hancurkanlah cinta
Hancurkan rasa itu sebagaimana kau hancurkan kaum-kaum yang telah Mendustakan-Mu
karena telah kupaksakan hati untuk mencintaimmu di atas cinta selain-Mu

but …
a hope in my heart
I want to meet her
in one day one heart to be forever

Kamis, 20 Maret 2014

Surat Kecilku Untuk-MU

Kamis, 20 Maret 2013    (23:45)

Kata ayah aku harus sabar, "di sekolah ada ujian kan sebagai penentu kenaikan kelas?", kujawab, "ya, ayah". "Begitu dengan hidup, Allah hadirkan ujian untuk mengantarmu naik ke kelas yang lebih tinggi. Sakit yang kamu alami memang tidak enak, pasti tak nyaman, tapi yakinlah kamu bisa melewati, Allah tak mungkin berpangku tangan melihat kekasih kecilnya kesakitan. Setiap penyakit pasti ada obatnya, PASTI". Seraya ayah memelukku dengan erat dan aku tak mampu untuk membendung airmataku, airmataku tumpah, kuharap kesedihan ku turut hilang seiring keluarnya airmataku. 

Ayah adalah motivator terhebat yang aku punya, dia ada disaat yang tepat. Hari ini kulihat ia menangis lagi. Maafkan aku ayah.

Andai aku bisa memilih takdir yang kan terjadi padaku, aku tak kan memilih peristiwa ini terjadi padaku, rasanya terlalu pahit. Tapi tak ada pilihan, Allah memilihku, entah apa maksud dan tujuannya. Kadang aku merasa jenuh dengan semua ini. Aku lelah, terus menerka-nerka ending dari alur skenario-Mu.

Si kupu-kupu itu hinggap kembali, tak seperti kupu-kupu pada umumnya, yang elok dan rupawan. Ia hadir merusak sebagian yang indah dari diriku. Aku tak pernah meminta semua ini terjadi, tapi nyatanya aku mengalami.

Allah..., tidakkah Kau iba melihat keadaanku. Mengapa belum juga Kau pertemukan aku dengan obat kesembuhanku? harus berapa lama lagi? kadang bosan, lelah, penat menggerogoti semangatku. Astaghfirullah.....

Ku tuliskan semua kata-kata
yang kulahirkan dari hatiku
yang menjerit tanpa suara
menangispun tanpa airmata

cinta semua kuatkan aku
walau harapanku mungkin kandas
walau rambutku tak kan kembali
biarkan aku tetap disini

Surat kecilku untuk Tuhan
surat teakhir dalam hidupku 
agar semua membaca dan jadi paham
betapa indahnya cobaanku

kutulis semua harapanku
biar hanya aku yang mengalami
nafas terakhirku menjadi saksi
surat kecilku untuk Tuhan.... 


Kamis, 12 Desember 2013

Happiness Fix You

Rabu, 11 Desember 2013 (19:43)

Sungguh aku tak kuasa melawan ketetapan-Mu Tuhan
Terkadang kumerasa cobaan ini terlalu berat untuk kuhadapi seorang diri
Oh Tuhan ikhlas kuterima semua cobaan yang ada
tetapi izinkanlah aku hidup mencintai dan dicintai
Oh Tuhan ampunilah aku, sembuhkanlah aku dari sakitku
Semoga Kau kabulkan doaku Ya Allah
Terkadang. . . , saat aku tengah berada dititik nadir kehidupanku
Seolah tiada rasa manis untuk kukecap
Sungguh aku mengeluh dengan semua ini bukan karena lemahnya imanku
Tapi kadang rasa itu menyeruak masuk dalam diriku
Ada rasa yang teramat lelah
Hingga aku mengadu pada-Mu bahwa aku lelah dengan semua ini
Kembali kepada-Mu adalah permohonan terbaikku untukmu
Kadang kematian lebih kuinginkan daripada hidup tak ada kenyamanan dihati
Aku benci dengan semua ini
Aku lelah . . . ,
Izikan aku bersandar sejenak saja dibahu-Mu
Sedikitpun jangan biarkan aku lengah
Tuhan tolong peluk erat daku, agar aku tak salah melangkah . . . .


Rabu, 18 September 2013

Munajat Cinta Bertasbih

Aku bukan ahli surga
yang mampu mencipta bait-bait aksara yang bernuansa agama.

Bukan pula seorang pujangga
yang bisa merajah kata seindah sang penyair telaga sastra.
 
Aku juga bukan ahli santri
yang pandai mengalunkan nada dawai-dawai aksara beraroma surgawi.
 
atau seorang pelukis yang mampu menyulam pelangi dengan kata indah yang ber’untai.
 
Disini, namun hati berharap akan munajad cinta bertasbih
yang tlah ku kupetik dari nada alunan rasa.

setitik rindu yang tlah tersemat dari palung qalbu
teriring lantunan sanjungan do’a d’oa.
Adalah yang slalu merindukanmu
meski tanpa terbait kata indah yang terukir di nawala cinta.
meski tanpa senandung yang mengalun syahdu
dari ubun-ubun menggema terdengar diseluruh dunìa.
 
Namun tlah ku lafazkan cintamu bersama hembusan nafasku
agar engkau mampu menyentuh letihku.
dan engkau bisa menatap dalam menyentuh jasadku.

Minggu, 18 Agustus 2013

Istikharah Cinta



Kamis, 14 Agustus 2013 (21:32)
Terima kasih Cinta
Hadirmu dihidupku Semakin menyemarakan taman dihatiku 
Tersadar aku dari kemabukan
Terbangun dari mimpi indah yang semu
Bukan Allah yang menjauhkan dia darimu
Karena disudut lain kehidupanmu
Ada seseorang yang berdoa dalam istikharahnya
Memohon segala kebaikanmu untuknya
Beralas doa, Beratap zikir dan tasbih
Kusemat sebuah pinta pada-Nya
Kiranya hadirmu tiada menyesatkan rasaku
Meski hadirmu kupendam rapat-rapat dalam diamku
Namun menjadi motivasi bagiku untuk menjadi lebih baik lagi
Terlebih dalam meraih cinta-Nya …,
Bukan dia yang elok parasnya
Bukan dia yang tampan rupawan
Bukan pula dia yang seorang jutawan
Tapi, dia yang mampu menuntunku
Menyempurnakan separuh keimanan
Tidak semata Allah menjauhkan
Melainkan . . . ,
Allah Maha Tahu apa yang terbaik bagi hambanya….

Sabtu, 13 Juli 2013

Rindu

Memilah sebutir debu di luasnya samudera
Bisakah aku...???
Kadang bimbang datang mengahadang

Kian redup tergores Sang mentari
Asa-ku hanya tinggal kepingan
Masihkah mungkin...???

Kutengadahkan tangan ke langit
Bumbungkan asa yang kian meredup
Tak apalah, semoga ini yang terbaik...

Aku hanya bisa sampai disitu
Meski kutahu
Hamparan kemungkinan terbentang luas
Jalan-ku masih panjang
Aku takut lupa...???

Rindu . . . .
Tapi apa dayaku
Rindu tinggal sendu
Kelak, ia akan berlalu seiring berjalannya waktu
Tak mau terpenjara oleh kepungan rindu
Karena kutahu semua hanya akan menjadi cerita di masa yang lalu

Kemanakah harus kucari kepingan rindu itu
Haruskah aku terlena
Terus merindumu tanpa melangkah

Bara rindu ini kian panas
Biarkan ia mengalir
Tak perlu diburu

Angin terus berlalu
Kucoba untuk memandang cahaya di ufuk sana
Aku terharu
Tersipu
Bias rupamu hadir memandangku
Maafkan aku . . . .

Nafas didadaku kian sesak
Mengingat masa kisaran empat tahun silam
Luka ini hampir sembuh
Namun kisah yang lalu hadir
Membuatnya kembali menganga dan berdarah
Perih . . . .
Ada rasa yang teramat pedih

Aku rasakan pedih yang menggumpal di jiwaku
Menyeruak menyesakkan dada.
Rasa itu, kini kembali menghujam
Teramat dalam tanpa adanya belati yang menggores
Tiba-tiba hadir dengan sendirinya

Kutuju ruang tersembunyi
Jauh dari laman rindu yang bersemi
Meski kian menghujam
Aku harus keluar dan meneguk kesejukan
Akankah kesejukkan kan datang???


*Catatan Khaira
Minggu, 14 Juli 2013
03:35 AM

Jumat, 05 Juli 2013

Bias Asa

Jakarta, 06 Juli 2013 (10:00 AM)

Sebelum harapan semu ini membunuhku, terlebih dahulu aku yang akan membunuhnya. karena aku teramat tahu, sesal tak pernah datang di awal. 

Entah, rasa yang "aneh" itu apa namanya, aku yang tak mengerti atau memang tak terlalu penting untuk di mengerti. Aaaaaaarrrrgh... lagi-lagi dia berhasil membuat kacau ruang imajinasiku.

Meski aku tahu
Asaku ini terlalu tinggi
Jangan salahkan rasa ini
Ia memang hadir tanpa kuhendaki

Berharap, kelak ia pun 'kan berlalu seiring waktu
Maaf... mungkin hadirku mengganggumu....

Kadang aku rindu
Pada satu masa yang telah berlalu
Kerinduanku mengubah semua rasa 
Menjadi sebuah larik dalam puisi tiada bermelodi
Demi setitik syahdu di ruang rindu

Titipkan salam rinduku
Pada dia yang tak pernah kutahu
Pada dia yang hadirnya hanya DIA Yang Tahu
Pada-Mu Sang Penggenggam Hati
Pada-Mu Sang Pemilik Rindu . . . . 

Selasa, 18 Juni 2013

Semangat!!!

Teringat aku tentang kata yang pernah diucapkan oleh seorang dosenku, dia bilang bahwa "ketahuilah.., Mendung diciptakan bukan hanya untuk membuat langit menjadi gelap, tetapi mendung hadir untuk memberi kabar gembira akan ada sejuknya air hujan yang akan turun....."

Hampir punya makna yang mirip dengan apa yang dikata R.A Kartini "Habis gelap terbitlah terang".

Setiap apapun di dunia ini semuanya butuh proses, meski semua kisah dalam hidup ini tak selalu berwarna seindah pelangi, tapi yang kutahu permata yang warnanya hitam legam pun jauh lebih mahal harganya buan???.

Bukan dilihat dari hasil akhirnya, tapi lihatlah bagaimana dan seperti apa semua proses itu berlangsung. Lakukan dengan keikhlasan dihati dan berupayalah sebaik yang bisa dilakukan. Insya Allah, Allah akan membukakan jalan kemudahan untuk hambanya yang mau berusaha. Tak mungkin Ia membiarkan hambanya kesukaran tanpa pertolongan. Percayalah! bahwa Janji-Nya tak pernah dusta.

Akan ada pelangi yang memberikan banyak warna indah setelah awan mendung yang begitu gulita. Sama halnya, akan selalu ada harapan. Akan selalu ada cahaya...

Semangat Kawan!!!
Harimu indah :)

Ciputat, 18 Juni 2013
Selasa 15:23 PM
 

 

Minggu, 09 Juni 2013

Langit yang Kau Lihat Memang Tak Selalu Terang

 Jakarta, 15 Maret 2012   22:20 WIB

Jika kamu tak bisa untuk tetap tersenyum, jangan paksakan dirimu!, anggaplah ujian ini adalah rahmat yang hadir dalam rasa yang kurang manis, suatu rasa yang kurang kau suka rasanya. Sedih??? jika kau merasa tak kan kuat membendung airmatamu, dan kau merasa lebih baik jika kau luapkan segala rasa dengan menangis, menangislah!

Namun jika tidak, usaplah airmatamu! Berhentilah menangis! Kumpulkan semua kekuatan yang ada dalam dirimu dan bangkitlah! Katakanlah pada rahmat yang tidak kau sukai rasanya itu kalau airmatamu terlalu berharga untuk semua ini. "Jauh dibatas sana bayangan sosok diriku berkata seperti itu"

Tersenyumlah! karena sesuatu yang jauh lebih indah telah menantimu.

Aku percaya, teramat kupercaya bahwa semuanya tidak ada yang sia-sia, semua pasti ada hikmahnya. Ya Allah..., jadikan hambamu ini hamba yang ikhlas dalam menjalani semua  ini, seikhlas aku merasakan kebahagian dari-Mu. Bantu aku untuk tetap bisa tersenyum (setidaknya tidak menangis), saat aku tahu kenyataan ini begitu pahit. Bantu aku untuk tetap bisa berdiri tegar, saat tulang belulang ini tak mampu memapah tubuhku. saat nestapa menghimpit kehidupanku. Bantu aku untuk tetap berlari, meski tertatih. Bantu aku untuk menyusun kembali puzzle kehidupan yang berserakan....

Kau pasti melihat setiap tetes airmataku yang berjatuhan, sesaat tak sengaja menceritakan rahmat yang hadir dalam rasa yang tidak disuka. Dimana setiap tetesnya mengandung arti akan nestapa yang tengah membelenggu, telah lama ku coba untuk tetap tegar, mencoba tuk' tersenyum meski hati ini menangis. Namun ternyata..., aku tak setegar itu.

Inginnya ku tak ingin menangis walau apapun yang terjadi, inginnya tetap bisa tersenyum. Ternyata batu karang tak selamannya kokoh berdiri tegar saat ombak datang menghadang....

Ya Allah, Tuhan Yang Maha Pengasih
Tidakkah kau iba melihat kekasih kecilmu ini sakit
Tolong hapus airmata ini!
Hapus bersamaan dengan rasa sakit yang ada

Jika sakitku ini adalah sebuah penebus untuk suatu kemuliaan
atau penawar atas segala dosaku
Maka bantu aku untuk ikhlas menjalaninya
Satukan aku dalam barisan orang-orang yang sabar
Sesabar insan pilihan-Mu, Ayub AS.

Lihatlah airmataku
Berderai penuh kesedihan
Sekuat tenaga, kucoba tuk' menghentikannya
Tuhan... tolong bantu aku hapuskan airmataku
Karena hanya Engkau Yang Kuasa
Menghapuskan setiap tetes airmata

Jika boleh aku meminta
Kelak. . . .
Ubahlah butiran airmata ini menjadi butiran mutiara kebahagiaan.
amiin. . . .


NP : Catatan Khaira

Kamis, 06 Juni 2013

Entah

Jakarta, 27 Mei 2013   04:45 PM

Hari ini dadaku berdetak lebih cepat dari biasanya
Seperti bom atom yang siap meledak
Ada rasa yang tak biasa
Entah apa namanya?
Aku ragu untuk menafsirkan kalau rasa itu adalah sebuah rasa yang bernama cinta. :)

Aku takut . . .
Kalau rasa itu hanya hadir padaku
Tapi tidak kepadanya

Entalah ...,
Rasa ini membuat sebagian imajinasiku mengalami kelumpuhan
Sastraku kacau dibuatnya

Jangan salahkan sastraku yang hanya bagian dari naluri.



Senin, 27 Mei 2013

Tulus

Jakarta, 24 Mei 2013 [08:30 AM]

Saat sudah setulus mungkin
Berupaya dengan segala kemampuan yang ada
Tapi...,
Semua dianggap angin lalu saja
Bahkan tiada punya nilai guna

Ketulusan niat dipertaruhkan
Ego diruntuhkan
Ketegaran bathin kembali diuji

Salahku memang . . . .
I'm Sorry, I Can't be Perfect

Aku bukan malaikat yang tak pernah berbuat salah
Hanya manusia yang jauh dari kata sempurna

Semoga ampunan-Mu selalu menyertai
Terima kasih untuk tempaan diri yang telah diberi

"Aku ingin berjalan diderasnya hujan,
agar tidak ada yang tahu kalau aku sedang menangis...".


Salam Keikhlasan
Khaira Sahl

Sabtu, 18 Mei 2013

1/3 Malam

Ketika kuterbangun diwaktu sepertiga malam-Mu
Bias rupamu hadir
Kucoba untuk menyibak bias bayanganmu
Kau menghilang seketika disepertiga malam itu

Kali ini kaupun tak hadir dalam waktu sepertiga malamku
Bahkan bayangmu semakin pudar pada rona yang tak berwarna
Entah kau punya rasa yang sama denganku atau tidak?

Mencoba mengambil ibrah
Dari kisah si Pengemis dan Uang Koin

Dari kisahnya aku belajar
Agar tak perlu mengharapkan balas disetiap pemberian
Dari kisahnya aku belajar tentang arti sebuah keikhlasan
Dari kisahnya yang banyak mengandung mutiara hikmah

Bersyukurlah!
Setidaknya rasa itu pernah hadir
dan menjadikan diri ini lebih bijak dalam menyikapi segala persoalan.

Hadir kembali di sepertiga malamku ya!!!
Aku rindu....
Tapi tak bisa banyak yang dapat kulakukan dengan rinduku ini
Jangan salahkan rinduku...

Salahkan kerinduan yang hadir
Mengubah semua rasa rindu untukmu
Menjadi untaian kata dalam puisi tak berirama

Saat Dia mempertemukan kami kembali bertemu
Saat jumpa..., hanya diam yang tersisa
Namun bait puisi ini menjadi saksi di sepertiga malam

Kepada untaian kata
Kutitipkan sedikit asa
Sebab lewat lisan, aku tiada kuasa

Rasa yang belum pantas untuk diucap
Biarlah dipendam dalam-dalam
atau Ku adukan saja pada Allah lewat doa diam-diam . . . .




Di Utaranya Jakarta, Sepenggal kata tercipta sudah.
di ruang Imajinasiku, 02:35 AM
Jum'at, 17 Mei 2013


Jumat, 17 Mei 2013

Apapun dan Siapapun kamu, Bersyukurlah selalu!!!

Ciputat, 14:32 PM
Jum'at, 17 Mei 2013

Atas nafas hidup yg masih disambungkan, aku bersyukur, inilah alasan terbesar aku harus bersyukur, tidak boleh mengeluh lagi.

Kadang kita patah semangat, namun jangan pernah putus asa, karena matahari selalu terbenam setiap malam, namun akan terbit kembali di esok hari. Matahari boleh saja terbenam, tapi semangat harus tetap terbit.

Setiap diri akan diuji dengan sesuatu yang dicintainya, entah itu kehilangan dan lain sebagainya. Jangan pernah berprasangka buruk kepada-Nya, karena tidak ada satu kejadian pun yang terjadi tidak dengan seijin-Nya, semua yang terjadi sudah dalam perhitungan-Nya, tak hanya baik untuk kita tapi juga untuk semua. Dan terkadang kita baru menyadarinya saat sesuatu itu sudah tiada atau pergi.

Berbaik sangkalah selalu, bukankah Allah selalu mengikuti pransangka hamba-Nya? Ud'uni astajib lakum "Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku kabulkan".  Bukankah doa itu adalah harapan, so berharaplah yang baik-baik. Namun harus tetap diingat! kita memang punya rencana yang indah. Namun, rencana-Nya jauh lebih indah.
 

Sabtu, 11 Mei 2013

Mutiara Terindah Dari-Nya

Jakarta, 11 Mei 2013
My Bed Room, at 22: 13 PM

Dalam perenungan di sepertiga malamku
Terasa bulir-bulir basah dipipiku
Saat kupanjatkan doa penuh harapan
Berserah diri kepada-Mu Ya Allah

Saat itu ...,
Saat ujian ini Kau pilihkan untukku
terasing aku dalam ramai
Terasing aku dalam canda
Masa indahku terhapus oleh luka

Saat aku terdiam
Mencoba mencari sebutir mutiara indah
Dalam luasnya samudra kesedihan
menusuk setiap relung jiwa

Namun, saat aku tengah lupa
Aku berteriak dan meronta
Kubertanya
Dimana letak keadilan-Mu?
Dimanakah adanya?

Saat tubuhku terkapar tak berdaya
Emosi serasa ingin meledak
Tak kuasa aku membendung airmataku
Kudengar bisikan senandung zikir
Begitu menentramkan jiwa

Dari bibir yang basah memuja-Mu
Ayah ....

Ayah yang sangat kusayang
Begitu tabahnya engkau menerima keadaanku
Menenangkan kepedihanku
Walau aku tahu
Rasa sakit itu pun hinggap padamu

Hingga secerca cahaya itu hadir
Di tengah gelapnya keberserahan
Saat aku mulai rela dan bisa
Menerima Ujian-Mu menjadi sahabat baru bagiku

Kulihat senyum itu
Senyum yang indah
Dibalik rasa sakit yang tertahan
Saat aku harus bangkit melawan kepedihan ini

Bundaku, Doamu menguatkanku
Doamu membuatku bertahan

Ayah, kau pelita hatiku
Kau tunjukkan bagiku dimana letak keadilan itu
Bahwa rasa sakit ini adalah bagian anugrah
Yang harus disyukuri
Dan membuat diri ini semakin dekat dengan Sang Khalik

Kini,
Kutemukan mutiara terindah itu
Karena sesungguhnya 
Kaulah mutiara terindah pilihan Allah untukku
Ayah, Ibu.
Cinta tiada tara dariku,
Buah hatimu.


By : Khaira Sahl
:)

Kamis, 09 Mei 2013

Skenario Terbaik-Mu

Bismillahirrahmanirrahiiim...,
 
Salam.

Allah..., Kembali Kau tegur aku, kembali Kau hadirkan "si kupu-kupu" itu. Kau hadirkan Kasih Sayang-Mu dalam wujud sakit. Sakitnya sungguh tak terperikan. Ya Allaaaaaaah apa lagi ini?, aku tak mengerti dengan semua ini. Logika terbatas untuk memahami alur Skenario-Mu. Aku tak mengerti mengapa Engkau memilihku?.

Ya Allah..., betapa indah nikmat sehat-Mu itu, aku yang tak pandai bersyukur kini mengharapkan belas Kasih-Mu untuk sebuah kesembuhan. Please Allah, ringankanlah rasa sakitnya dan sembuhkanlah! amiin....

Aku tahu akan ada rasa sakit yang jauh lebih sakit dari saat ini.

Terkadang rasa lelah, penat dan putus asa datang menyeretku dalam kesedihan tak berujung. Tapi kucoba untuk bangkit dari semua itu, "hai lelah dan penat, pergilah! aku tak mengenalmu apalagi berkawan denganmu".

Rasa lelah dan penat bisa hinggap kapan saja. Terkadang aku penat harus minum obat setiap hari, aku lelah harus bolak-balik ke RS tiap 1 minggu sekali, aku lelah tiap bulan harus cek darah periksa ini dan itu, terkadang aku lelah dengan semua ketentuan-Mu ini.

Kupikir, itu manusiawi. Terkadang manusia berada dalam titik jenuh dalam kehidupannya, terkadang manusia harus berada dititik 0 (nol) dalam hidupnya. Kala itu terjadi, apa yang harus dilakukan?, kembali, kembali Pada-Nya adalah Jalan Terbaik.

Kini aku tahu, ternyata sakit mampu membuat hubungan vertikal seseorang membaik dengan Sang Khalik. Lewat sakit ini, Allah ingin aku lebih dekat dengan-Nya, bukan kepada selain-Nya.

Aku pahami bahwa Allah telah menyediakan waktu untuk pemutaran episode terbaik dalam hidupku, Aku yakin semuanya akan berakhir dengan keindahan atas Izin-Nya.

Tabahkan hati, ikhlaskan diri, karena kuyakin DIA lebih tahu apa yang TERBAIK bagiku.

Hasbunallah wa ni'mal wakil ni'mal maula wa ni'man nashiir...

wassalam
Khaira

at : RSCM, jum'at 10 Mei 2013


Selasa, 30 April 2013

Jangan Tanya Mengapa

Jakarta, 30 April 2013
Selasa, 22:12 WIB


Bermula dari sebuah keterpaksaan, demi kepatuhan semata kepada kedua orang tua, tapi kini seiring berjalannya waktu, aku mengerti. Semua tidak lain adalah demi kebaikanku, demi kebaikan semuanya, tidak hanya demi aku, dan semuanya kini bermuara pada sebuah kesyukuran.

Semula menganggap, aku disini seperti orang yang tersesat di jalan yang benar. Jalannya benar, tapi entah kenapa - aku merasa tersesat berada di sini. Butuh waktu untuk semua itu. . . . .

Tak mudah untuk melepas sesuatu yang tadinya kugenggam dengan sangat erat, terlebih karena aku memperolehnya penuh dengan perjuangan total. Kulepaskan genggaman itu. Kucoba untuk melaluinya tanpa genggaman yang erat, hanya bermodalkan kepatuhan semata.

Aku benci setiap kali ada pertanyaan "kenapa/mengapa?" mendarat untukku, Tuhan aku bingung untuk menjawab semuanya. Aku tak tau jawaban pastinya, bahkan memang aku tak tau harus jawab apa. Tapi selalu kubilang, "cukup. Jangan tanya kenapa atau mengapa, ini sudah Jalan-Nya, Sang Sutradara telah menuliskankan aku untuk berperan seperti ini, dan aku sebagai Aktris mencoba untuk berperan sebaik mungkin sesuai tuntutan Skenario-Nya." :)